PUM Dorong Dekarbonisasi: Garap Proyek Reforestasi dan Kredit Karbon Berskala Besar di Kalimantan
JAKARTA, investortrust.id – PT Pagatan Usaha Makmur (PUM) memperkuat komitmennya terhadap agenda dekarbonisasi nasional melalui proyek reforestasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis karbon di Kalimantan Tengah. Melalui PLUM Project, PUM menghadirkan solusi berbasis alam (nature-based solutions) untuk menurunkan emisi, memulihkan ekosistem, dan menciptakan nilai ekonomi baru yang inklusif.
Dengan mengintegrasikan reforestasi lahan kritis, pemberdayaan komunitas lokal, dan penerbitan kredit karbon bersertifikasi internasional, proyek ini menjadi salah satu inisiatif nyata untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 Indonesia.
Baca Juga
Sentimen Positif Domestik dan Global Angkat IHSG, Ini Saham Pilihan Analis Hari Ini
CEO dan Co-Founder PUM, Rio Christiawan, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan mengacu pada kerangka Climate, Community, and Biodiversity (CCB). Proyek seluas 23.665 hektare gambut dan mangrove ini tercatat bebas kebakaran sejak 2021, mendukung pemulihan biodiversitas dan mengurangi emisi karbon secara signifikan.
"Kami percaya hutan adalah instrumen strategis untuk menciptakan nilai ekonomi berbasis karbon, tanpa mengabaikan keadilan ekologis dan sosial," kata Rio dalam acara di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Selain itu, dia mengatkaan, PUM menempatkan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pilar utama. Dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan hingga tata kelola akuntabel, seluruh proses didukung teknologi pemantauan dan pelaporan independen untuk menjaga integritas proyek dan kepercayaan investor.
Baca Juga
Kadin Dorong Seluruh Sektor Properti Bangun Rumah Hijau Menuju Net Zero Emission
Proyek ini juga inklusif: lebih dari 2.200 warga di tujuh desa telah menerima manfaat melalui pelatihan pertanian regeneratif, pengembangan biochar dari limbah pertanian, pelatihan UMKM sirkular, serta peningkatan akses air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan. "Masyarakat bukan objek, tapi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi berbasis alam," tambah Rio.
Selain reforestasi, inovasi strategis lainnya adalah pemanfaatan biochar dari sekam padi, yang menjadi produk turunan proyek. Melalui model koperasi, pendekatan ini mendorong ekonomi sirkular dan keterlibatan aktif masyarakat.
Hingga kini, lebih dari 800 petani – termasuk kelompok perempuan – telah dilatih dalam pengelolaan lahan yang regeneratif. Meski perdagangan karbon masih menunggu regulasi, PUM telah menyelesaikan tahap FPIC, social impact assessment, dan tengah menjajaki skema perdagangan karbon melalui B2B maupun bursa.
Baca Juga
Potensi Besar
Menurut data Kementerian LHK, Indonesia memiliki lebih dari 12 juta hektare lahan kritis dan potensi kredit karbon hutan senilai US$ 100 miliar dalam dua dekade ke depan. Namun, realisasinya masih rendah akibat kendala regulasi, literasi karbon, dan minimnya investasi hijau.
PUM hadir menjawab tantangan ini dengan pendekatan ilmiah dan kolaborasi multisektor, serta ambisi menjadi penyedia kredit karbon premium di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari Hutan Kencana Group, PUM berkomitmen mendukung posisi Indonesia di pasar karbon global.

