Tekan Emisi Karbon, Kemenperin Buat Peta Jalan Dekarbonisasi dan Perdagangan Karbon
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian menyebutkan akan melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan net zero emission atau emisi bersih pada 2050 mendatang. Pertama adalah menyusun peta jalan atau roadmap dekarbonisasi untuk 9 subsektor industri.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi menjelaskan 9 subsektor itu adalah semen, besi baja, pupuk, pulp dan kertas, kimia, tekstil, makanan dan minuman, kertas kaca dan keramik, serta otomotif.
"Nah ini ditargetkan masing-masing tahun selama 5 tahun ke depan, sampai dengan tahun 2050 akan mencapai net zero emission," ucap Andi dalam acara Road to Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Kadin Temukan Banyak Perusahaan Belum Tahu Cara Mengurangi Emisi Karbon
"Roadmap ini atau peta jalan ini akan memuat antara lain proyeksi komposisi teknologi, kemudian biaya investasi dan dampak dekarbonisasi terhadap harga produk, karena bagi sektor manufaktur ujung-ujungnya adalah efisiensi atau penghematan," tambahnya.
Selain itu, Kemenperin juga tengah membuat peta jalan perdagangan karbon yang dapat digunakan untuk sektor manufaktur. Andi mengatakan, akan memiliki implementasi dari nilai ekonomi karbon untuk sektor industri.
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa penyusunan peta jalan atau roadmap perdagangan karbon ini akan didukung oleh bantuan dari sejumlah lembaga serta juga akademisi.
Baca Juga
Motor Listrik Jauh Lebih Hemat dari Motor BBM, Ini Hitungan ESDM
"Yang didukung oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia atau LPEM UI, dan juga IRIS atau Indonesia Research Institute for Decommunication dalam penyusunan peta jalan ini," tandas Andi.

