Pemerintah Siapkan Reforestasi Jumbo dan 70 GW Listrik Rendah Karbon
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia menyiapkan program reforestasi berskala besar dengan target 12,7 juta hektare lahan dan hutan terdegradasi. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda nasional perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Target itu diungkap oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam Indonesia Economic Summit (IEC) 2026. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian ekosistem.
“Pemerintah memiliki niat yang sangat jelas untuk merehabilitasi 12,7 juta hektare lahan dan hutan terdegradasi,” ujar Hashim di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Selain reforestasi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 70 gigawatt pembangkit listrik dalam 10 tahun ke depan. Sekitar 76% dari kapasitas tersebut akan berasal dari energi terbarukan.
Baca Juga
Soal Komitmen Lingkungan, Hashim: Pemerintah Tidak 'Omon-omon'
“Arah pemerintah sudah jelas, mayoritas pembangkit baru akan berasal dari energi hijau dan terbarukan,” jelas adik Presiden Prabowo Subianto itu.
Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan energi nuklir hingga 7 gigawatt sebagai sumber energi rendah karbon. Pembangunan akan dilakukan bertahap dengan target jangka menengah hingga 2034.
“Energi nuklir adalah bagian dari solusi energi bersih dan rendah karbon yang sedang kami siapkan,” ujarnya.
Sementara dari sisi penegakan hukum, pemerintah telah mencabut izin 28 perusahaan yang dinilai melanggar aturan lingkungan. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk ketegasan menjaga kawasan lindung.

