OJK Sebut Ada Sejumlah Tantangan bagi Perbankan dalam Salurkan Kredit Hijau, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi industri perbankan di tengah upayanya yang semakin getol dalam menyalurkan kredit ke sektor hijau.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, sejumlah tantangan tersebut antara lain ialah dukungan kebijakan insentif dari pemerintah untuk sektor riil, ketersediaan data dan transparansi informasi atas proyek hijau.
“Lalu, kebutuhan teknologi dan ekspert terkait proyek hijau yang masih terbatas dan memerlukan pembiayaan besar, serta dukungan kapasitas sumber daya manusia (SDM),” ujarnya, secara tertulis, Minggu (11/8/2024).
Baca Juga
Jokowi Ungkap Potensi Besar Kelapa bagi Ekonomi Hijau Indonesia
Dikatakan Dian, sebelumnya pihaknya telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) No. 51/2017, salah satunya membahas mengenai kebijakan penyaluran kredit atau pembiayaan yang mendukung keuangan keberlanjutan.
”Berdasarkan data implementasi rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB) perbankan posisi Desember 2022, pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan bank mencapai 24% dari total kredit perbankan,” katanya.
Dian mengungkapkan, sebagai upaya untuk mendorong kredit ke sektor berkelanjutan, pihaknya juga telah menerbitkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang merupakan transformasi dari Taksonomi Hijau Indonesia Edisi 1.0.
Baca Juga
Ini Peluang Pengembangan Ekonomi Hijau Menurut Menko Airlangga
TKBI merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi yang mendukung upaya dan tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Taksonomi dapat digunakan sebagai panduan untuk meningkatkan alokasi modal dan pembiayaan berkelanjutan yang mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia.
”Dalam perencanaan strategi ke depan, saat ini beberapa bank telah memiliki target NZE untuk mendukung target pemerintah pada 2060, dimana tentunya juga telah mempertimbangkan bauran penyaluran portofolionya,” ucap Dian.

