Direktur IBC Bayu Prawira Ungkap 3 Tantangan dalam Digitalisasi Perbankan Indonesia, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Eksekutif Intellectual Business Community (IBC), Bayu Prawira Hie mengungkapkan tiga tantangan dalam digitalisasi perbankan di Indonesia. Yakni perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), SuperApps, dan kepatuhan serta pengawasan ketat dari Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2024 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
“Tantangan hari ini yang kita bawa di dalam digital banking adalah demikian banyaknya teknologi yang berkembang, yaitu dengan artificial intelligence, kemudian ada SuperApps, dan regulasi. Kita tahu bahwa UU PDP sudah dibuat 17 Oktober 2022, tapi baru di-enforce 17 Oktober 2024 ini,” kata Bayu dalam acara Digital Banking Awards (DBA) 2024 yang diselenggarakan investortrust.id di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/11/2024).
Menurut Bayu, beberapa perbankan masih menyesuaikan atau beradaptasi terhadap beleid itu, serta perlindungan hak-hak data nasabah. “Tapi ini perlahan-lahan harus evolving, harus makin memenuhi apa yang digariskan oleh Undang-Undang PDP. Makanya fokus kita tahun ini bukan hanya data protection, tapi melindungi hak-hak semua nasabah atas datanya,” ujar dia.
Sebagai informasi, PT Investortrust Indonesia Sejahtera bersama IBC baru saja menyelenggarakan DBA 2024 yang bertajuk “Leading Digital Banking with AI, Data Protection, and SuperApps.”
Baca Juga
Bank Berlomba Kembangkan Perbankan Digital, Demi Efisiensi dan Peningkatan Kualitas Layanan
Adapun penghargaan terbagi ke dalam tujuh kelompok bank. Kelompok pertama adalah Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) IV, di mana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) meraih dua penghargaan terbaik untuk Dimensi Data dan Dimensi Kolaborasi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraih penghargaan terbaik untuk Dimensi Teknologi dan Dimensi Manajemen Risiko.
“Selain menyandang dua penghargaan tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga meraih predikat ‘Best of The Best’,” ucap Bayu yang juga Ketua Dewan Juri DBA 2024.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyabet penghargaan terbaik Dimensi Tatanan Institusi dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Dimensi Customer.
Di kelompok kedua, lanjut Bayu, yakni KBMI III. “PT Bank CIMB Niaga Tbk meraih penghargaan terbaik untuk Dimensi Tatanan Institusi dan Dimensi Customer. PT Bank Tabungan Negara Tbk meraih award terbaik Dimensi Kolaborasi, Bank Permata untuk Dimensi Teknologi, Bank UOB Indonesia Dimensi Data, serta PT Bank Danamon Indonesia Tbk memenangi penghargaan Dimensi Manajemen Risiko,” ujar dia.
Baca Juga
Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK: Kinerja Perbankan akan Semakin Baik di Triwulan IV 2024
Bayu melanjutkan, pada kategori KBMI II, PT Bank Sinarmas Tbk meraih penghargaan terbaik untuk Dimensi Data, PT Bank DBS Indonesia untuk Dimensi Teknologi, PT Bank KEB Hana Indonesia untuk Dimensi Manajemen Risiko, PT Bank Woori Saudara 1606 Tbk terbaik di Dimensi Kolaborasi, PT Bank Mandiri Taspen meraih award terbaik di Dimensi Tatanan Institusi, serta Dimensi Customer diraih oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk.
“Selanjutnya untuk KBMI I, peraih penghargaan terbaik untuk Dimensi Data adalah PT Bank Ina Perdana, Dimensi Teknologi diraih PT Bank ICBC Indonesia, Dimensi Manajemen Risiko dimenangi oleh PT Bank CTBC Indonesia, dan Dimensi Customer oleh PT Bank MNC Internasional Tbk. Di kelompok ini, PT Bank Sahabat Sampoerna menyabet dua penghargaan terbaik, yakni di Dimensi Kolaborasi dan Dimensi Tatanan Institusi,” imbuh Bayu.
Di kelompok BPD, menurut Bayu, PT Bank DKI meraih dua penghargaan terbaik untuk Dimensi Teknologi dan Dimensi Manajemen Risiko, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk menang di Dimensi Data, PT BPD Jawa Tengah untuk Dimensi Kolaborasi, PT BPD Nusa Tenggara Timur untuk Dimensi Tatanan Institusi, dan PT BPD Jawa Timur terbaik untuk Dimensi Customer.
“Sementara itu, untuk kategori bank digital murni, PT Krom Bank Indonesia Tbk meraih penghargaan terbaik di Dimensi Data, PT Bank Jago Tbk terbaik untuk Dimensi Teknologi, PT Bank Raya Indonesia Tbk terbaik di Dimensi Manajemen Risiko, PT Bank Digital BCA untuk Dimensi Kolaborasi, PT Bank Jasa Jakarta di Dimensi Tatanan Institusi, serta PT Bank Neo Commerce Tbk meraih penghargaan terbaik di Dimensi Customer,” papar dia.
Tak hanya itu, Bayu menuturkan, DBA kali ini juga memberikan penghargaan untuk beberapa kelompok bank syariah seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk Dimensi Customer, PT Bank Jabar Banten Syariah untuk Dimensi Data, PT Bank Mega Syariah untuk Dimensi Kolaborasi, dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) untuk Dimensi Tatanan Institusi.
“Sedangkan PT Bank BCA Syariah menyabet dua award terbaik untuk Dimensi Manajemen Risiko dan dan Dimensi Kolaborasi,” tutup Bayu.

