Garda Ojol Dorong Danantara Kelola Transportasi Online
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia atau Garda Ojol, Raden Igun Wicaksono mendorong pemerintah menugaskan BPI Danantara untuk mengelola dan mengintegrasikan ekosistem transportasi digital nasional. Hal ini disampaikan Igun di tengah penantian terbitnya peraturan presiden (perpres) mengenai ojek online (ojol) yang mengatur skema bagi hasil 90:10.
“Sembari menantikan terbitnya perpres ojol yang mengatur skema bagi hasil 90:10, kami mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penugasan strategis kepada Danantara dalam mengelola dan mengintegrasikan ekosistem transportasi digital nasional,” kata Igun dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Baca Juga
Soal Perpres Ojol, Pemerintah Cari Titik Temu antara Aplikator dan Pengemudi
Dia menyebut, sektor transportasi online telah berkembang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus penopang ekonomi jutaan pekerja informal. Namun, kata Igun, masih terdapat tantangan struktural dalam model bisnis yang berjalan saat ini.
“Dinamika model bisnis yang berkembang saat ini masih menyisakan tantangan struktural, terutama terkait ketimpangan distribusi nilai, ketidakpastian perlindungan sosial, serta dominasi algoritma yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional,” terang dia.
Igun menilai Danantara memiliki potensi untuk berperan sebagai orkestrator ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi pasar, tetapi juga stabilitas sosial dan keberlanjutan ekonomi.
“Melalui pendekatan kelembagaan yang kuat, Danantara memiliki potensi untuk berperan sebagai orkestrator ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi pasar, tetapi juga pada stabilitas sosial dan keberlanjutan ekonomi,” ujar dia.
Dia menambahkan, keterlibatan negara melalui instrumen strategis tersebut dinilai dapat memperkuat kendali nasional atas data dan infrastruktur digital, mendorong reformulasi skema kemitraan yang lebih berkeadilan, menstabilkan ekosistem, serta mengoptimalkan kontribusi sektor transportasi digital terhadap perekonomian nasional.
“Kami meyakini bahwa momentum transformasi digital nasional harus diiringi dengan keberanian kebijakan yang visioner. Penugasan Danantara dalam ekosistem transportasi digital bukan sekadar opsi teknokratis, melainkan langkah strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tetap berada dalam koridor kepentingan nasional,” tutur Igun.
Baca Juga
Prabowo Minta BHR Ojol Dibayar Tepat Waktu, Nilainya Rp 400.000 hingga Rp 1,6 Juta
Ia juga menyatakan, asosiasi siap menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Harapan kami, pemerintah dapat merespons aspirasi ini dengan langkah konkret yang mencerminkan keberpihakan pada rakyat serta komitmen terhadap kedaulatan ekonomi bangsa,” tutur Igun.

