Stok BBM Dijaga di Atas 21 Hari, PHE Dorong Produksi Migas Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream PT Pertamina (Persero), mengungkap pemerintah menjaga cadangan bahan bakar minyak (BBM) setara 21 hari konsumsi nasional guna memastikan pasokan energi tetap aman di tengah kebutuhan yang mencapai 1,6 juta barel per hari.
PHE menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi bentuk kepastian pasokan energi nasional. Cadangan tersebut disiapkan untuk menjamin keberlanjutan distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi Edi Karyanto mengatakan pemerintah selalu memastikan ketersediaan energi dalam horizon waktu tertentu. “Artinya bahwa pemerintah itu selalu menyiapkan konsumsi BBM untuk yang 1,6 juta barel per hari itu untuk volume 21 hari, BBM itu ada, siap,” ujar dia dalam media gathering di Batu, dikutip Senin (13/4/2026).
Baca Juga
Lalu Lintas Tanker di Selat Hormuz Belum Pulih, Pasokan Energi Terganggu, Harga Minyak Naik Lagi
Edi menjelaskan bahwa konsep 21 hari berarti setiap hari konsumsi nasional dijamin oleh cadangan yang tersedia untuk tiga minggu ke depan. Skema ini berlaku secara bergulir, sehingga setiap hari selalu tersedia buffer energi yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan.
Menurut Edi, cadangan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai Sumatra, Jawa, hingga kawasan timur. Setiap daerah memiliki fasilitas penyimpanan yang disesuaikan dengan tingkat konsumsi harian masing-masing wilayah.
Ia menambahkan bahwa untuk menjaga cadangan tersebut, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur penyimpanan sekaligus pendanaan yang besar. Hal ini mencerminkan besarnya komitmen negara dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Artinya sebenarnya ini adalah pemerintah memberikan suatu kepastian, kesediaan energi itu untuk konsumsi kita semua,” kata Edi.
Produksi Minyak dan Kontribusi PHE
PHE mencatat kontribusi produksi minyak dari dalam negeri masih menjadi tulang punggung pasokan nasional. Produksi domestik tercatat sekitar 404.000 barel per hari (bph), sementara total produksi PHE meningkat menjadi sekitar 595.000 barel per hari setelah ditambah kontribusi dari luar negeri.
Edi menyebutkan produksi minyak nasional masih berada di kisaran 600.000 barel per hari, sementara kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari. Selisih ini dipenuhi melalui pasokan dari kilang serta impor dari luar negeri.
Baca Juga
PHE Siapkan Strategi Dukung Target Pemerintah 1 Juta Barel Minyak 2029, Apa Saja?
Untuk menutup kesenjangan tersebut, PHE terus menggenjot produksi melalui berbagai upaya, termasuk pengeboran, survei seismik dua dimensi dan tiga dimensi, serta pengembangan lapangan migas.
Selain itu, perusahaan juga mengandalkan teknologi enhanced oil recovery (EOR), yaitu metode untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, serta melakukan akuisisi aset migas guna menambah cadangan produksi.
Edi menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi PHE dalam mendukung target kemandirian energi nasional. Ia juga menyinggung bahwa kebutuhan energi ke depan tidak hanya bergantung pada sumber konvensional, tetapi juga mulai berkembang ke bioenergi.

