PHE ONWJ Pasang Anjungan "Raksasa" 530 Ton untuk Genjot Produksi Migas Nasional
BINTAN, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bagian PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream memulai babak baru dalam menjaga ketahanan energi nasional.
PHE ONWJ mengirim topside Anjungan OOA, berbobot jumbo 530 metrik ton dari lokasi fabrikasi proyek pengembangan Lapangan OO-OX, milik PT Meitech Eka Bintan, anak perusahaan PT Meindo Elang Indah, Selasa (24/06/2025) di Pulau Bintan, Kepulauan Riau melalui jalur laut menuju pantai utara Jawa Barat.
Pelepasan topside Anjungan OOA dihadiri Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Taufan Marhaendrajana, Dewan Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Nanang Untung dan Paiman Raharjo, Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Awang Lazuardi, Plt Direktur Utama Pertamina EP Regional Jawa Muhamad Arifin, VP Production and Operations Regional Jawa Rahmat Ali Hakim, dan General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.
Baca Juga
Laba Naik US$ 3,12 Miliar, PHE Catat Temuan Migas Terbesar 15 Tahun Terakhir pada 2024
"Keberadaan Anjungan OOA diharapkan mendukung peningkatan produksi Lapangan OO-OX yang dikelola PHE ONWJ. Peningkatan produksi ini sejalan visi perusahaan menyukseskan swasembada energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ujar Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).
Sebelumnya, struktur jacket anjungan seberat 200 metrik ton sudah dikirim terlebih dahulu pada Sabtu (7/6/2205) dari lokasi yang sama. Kedua struktur Anjungan OOA ini dirakit dan dihubungkan melalui pipa penyalur bawah laut berdiameter 12 inci sepanjang 14 km ke fasilitas onshore processing facility (OPF) Balongan, Indramayu. Pipa penyalur bawah laut ini pada kedalaman 2 meter (TOP) di bawah seabed, sesuai regulasi Pemerintah Indonesia.
Anjungan OOA merupakan bagian proyek pengembangan lapangan minyak dan gas OO-OX yang dikelola PHE ONWJ untuk meningkatkan produksi migas nasional. Selain pembangunan Anjungan OOA, proyek ini akan melakukan pemboran empat sumur pengembangan, yaitu OOA-1, OOA-2, OOA-3, dan OOA-4.
Melalui upaya ini, Lapangan OO-OX diestimasi mampu menghasilkan tambahan 2.996 barel minyak per hari (BOPD) dan 21,26 juta standar kubik gas per hari (MMSCFD) ketika mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026.
Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana menyampaikan, penyelesaian berbagai proyek migas yang strategis diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak dan gas bumi nasional dengan mengkonversi cadangan menjadi produksi, terutama dalam menahan laju penurunan alamiah produksi melalui aktivitas pemeliharaan dan pengembangan, sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan produksi.
Pada kesempatan yang sama, VP Production & Operations Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Rahmat Ali Hakim menegaskan bahwa proyek ini merupakan kontribusi penting untuk memperkuat energi nasional.
“Kami berkomitmen mendukung target pemerintah meningkatkan produksi migas secara bertanggung jawab, sekaligus beradaptasi dengan dinamika global yang menekankan keberlanjutan energi,” katanya.
Proyek yang melibatkan kolaborasi sejumlah entitas/subholding di lingkungan Pertamina, mulai rekayasa teknik, pengadaan barang dan jasa, fabrikasi dan instalasi anjungan, penggelaran pipa penyalur bawah laut, hingga penyediaan kapal pendukung berbendera Indonesia dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Meindo Elang Indah (PDN). Semua tahapan dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, baik di area lepas pantai, jalur pipa darat serta fasilitas pengolahan di darat/OPF di Balongan, Indramayu.
Baca Juga
PHE ONWJ Tuntaskan Proyek Pembangunan dan Peremajaan Jalur Pipa Bawah Laut
Selain fokus pada peningkatan produksi, PHE ONWJ juga menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan pemasangan panel-panel surya berkapasitas 14.22 kW di Anjungan OOA untuk memenuhi kebutuhan listrik pengoperasikan anjungan lepas pantai ini.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menambahkan bahwa komitmen terhadap praktik energi terbarukan merupakan bagian penting dalam menjalankan operasi produksi migas yang ramah lingkungan. “Dengan memperluas penggunaan energi surya, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi memberi contoh nyata bagi industri migas Indonesia dalam mengedepankan prinsip ramah lingkungan,” ujar Wira, panggilan akrabnya.

