Menperin Janji Proteksi dan Perkuat Industri Baja Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berjanji memperkuat dan memproteksi industri baja nasional sebagai salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengemuka pada acara pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 20262030.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, IISIA merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan penguatan struktur industri nasional, khususnya dalam membangun industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam bersinergi untuk memperkuat industri baja nasional. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis ke depan, ujar Menperin dalam keterangan tertulisnya yang dikutip MInggu (12/4/2025).
Kendati demikian, Menperin menyoroti masih adanya tantangan struktural, seperti rendahnya utilisasi industri baja yang berada di kisaran 52,7%, serta defisit pada produk antara dan hilir akibat tingginya impor bahan baku. Selain itu, tekanan global berupa kelebihan kapasitas baja dunia dan potensi praktik dumping juga menjadi perhatian serius pemerintah.
"Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional, antara lain melalui proteksi pasar, penerapan SNI wajib, kebijakan energi melalui HGBT, penguatan hilirisasi, peningkatan efektivitas kebijakan P3DN, serta pemberian insentif fiskal untuk meningkatkan investasi," tegasnya.
Baca Juga
Padahal, menurut Menperin, subsektor industri logam dasar, termasuk baja, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dengan pertumbuhan mencapai 15,71% pada tahun 2025. Capaian tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah.
Menperin juga mengungkapkan, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan produksi mencapai sekitar 19 juta ton pada tahun 2025. Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh konsisten dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 14 persen per tahun.
"Tren peningkatan produksi nasional ini menunjukkan fondasi industri yang semakin kuat, sekaligus membuka ruang yang besar untuk peningkatan kapasitas dan pendalaman industri baja nasional ke depan," tuturnya.
Baca Juga
Krakatau Steel Kirim Perdana Pipa Baja, Jadi Tonggak Awal Integrasi Gas Dumai–Sei Mangkei

