Dari Proyek Hunian ke Kota Modern, Ini Lompatan Summarecon Bekasi (SMRA)
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - “Dulu saya beli rumah di sini karena nyaman, sekarang justru seperti tinggal di kota sendiri,” ujar Rani, salah seorang penghuni lama Summarecon Bekasi saat dihubungi Investortrust.
Apa yang dahulu sekadar kawasan hunian, kini menjelma menjadi pusat kehidupan modern yang terintegrasi.
Sementara Chaterina mengenang perubahan kawasan yang dulu sederhana, kini menjelma menjadi pusat kehidupan modern. “Seperti kampung yang pelan-pelan menjelma jadi kota, kita baru sadar nilainya saat semua sudah lengkap,” ujar dia kepada Investortrust, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga
Saham Summarecon (SMRA) Direkomendasikan Ini, Usai Penjualan Anak Usaha Dituntaskan
Perjalanan itulah yang kini dirayakan Summarecon Bekasi saat memasuki usia ke-16 tahun, menegaskan posisinya sebagai kawasan metropolitan terpadu di timur Jakarta melalui ekspansi pusat perbelanjaan, pengembangan hunian premium, dan peningkatan infrastruktur. Kawasan ini berkembang dari proyek perumahan menjadi destinasi hunian dan lifestyle yang diminati masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Perkembangan tersebut tidak terjadi secara instan. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), pengembang properti dengan pengalaman lebih 5 dekade, sejak awal telah merancang kawasan ini sebagai kota mandiri. Seiring waktu, konsep itu tumbuh, berkembang, dan menemukan bentuknya.
Langkah besar terbaru terlihat dari pembukaan Summarecon Mall Bekasi (SMB) Tahap 2 pada Februari 2026. Pengembangan ini melanjutkan SMB Tahap 1 yang telah hadir sejak 2013, sekaligus memperluas peran kawasan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Executive Director Summarecon Bekasi Magdalena Juliati mengatakan arah pengembangan sejak awal memang tidak hanya berfokus pada hunian.
“Kami tidak hanya membangun hunian, tetapi membentuk ekosistem. Fasilitas komersial yang dihadirkan kini semakin berorientasi pada pengembangan experience dan lifestyle,” kata Magdalena Juliati dalam sebuah kesempatan.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) dan MRT Jakarta Jajaki Koridor Kembangan–Balaraja
Di balik ekspansi SMB Tahap 2, terdapat keputusan investasi yang tidak kecil. President Director Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengungkapkan perusahaan menggelontorkan dana Rp 1 triliun untuk menyelesaikan proyek tersebut.
“Untuk dicatat bahwa kita spend Rp 1 triliun untuk menyelesaikan tahap 2. Kalau ditanya sumber dananya dari mana? Ya memakai kas internal dan pinjaman. Sehat dong kalau perusahaan masih diberikan kepercayaan bank,” ujar Adrianto dalam konferensi pers di Summarecon Mall Bekasi yang dihadiri Investortrust.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, ekspansi ini menjadi respons atas perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih mengutamakan pengalaman dalam beraktivitas.
Kini, Summarecon Mall Bekasi memiliki total area sewa mencapai 125.000 meter persegi dengan lebih dari 500 tenant, memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat belanja terbesar di Bekasi.
Salah satu daya tarik utama SMB Tahap 2 adalah Wellground, sebuah ruang di rooftop yang memadukan olahraga, kesehatan, dan interaksi sosial. Di sini, pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga untuk berolahraga, bersantai, dan berinteraksi.
Director Summarecon Soegianto Nagaria melihat perubahan ini sebagai refleksi gaya hidup masyarakat urban yang semakin sadar akan keseimbangan hidup.
Gagasan tersebut selaras dengan pemikiran Joseph Stiglitz ekonom Amerika, peraih Nobel bidang ekonomi pada 2001, yang menekankan bahwa kualitas pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya.
Seiring berkembangnya kawasan, kebutuhan akan hunian juga meningkat. Ribuan rumah tapak telah dibangun di berbagai klaster, dan ribuan unit apartemen. Perkembangan ini secara perlahan mengubah wajah wilayah utara Kota Bekasi menjadi kawasan hunian dan komersial yang modern dan terintegrasi.
Akses menuju kawasan ini juga terus diperkuat. Flyover KH Noer Ali menjadi jalur utama yang menghubungkan kawasan dengan jaringan tol Jakarta-Cikampek dan Becakayu.
Transportasi publik, seperti Transjakarta dan BisKita Trans Bekasi Patriot turut memudahkan mobilitas. Di dalam kawasan, tersedia shuttle bus dan layanan transportasi internal yang mempermudah aktivitas sehari-hari. Semua ini membuat Summarecon Bekasi tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga mudah dijangkau.
Menjaga Alam di Tengah Pertumbuhan
Di tengah pembangunan yang pesat, aspek lingkungan tetap menjadi perhatian. Sistem pengolahan limbah dilakukan melalui instalasi khusus sehingga air dapat digunakan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi seperti penyiraman tanaman. Pengelolaan air bersih menggunakan teknologi ultraviolet untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
Upaya ini mencerminkan pendekatan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan pemikiran seorang ekonom dan filsuf India yang telah mengajar dan bekerja di Inggris dan Amerika Serikat, Amartya Sen bahwa pembangunan seharusnya meningkatkan kualitas hidup tanpa mengorbankan masa depan lingkungan.
16 tahun bukan waktu yang singkat. Dari sebuah kawasan hunian, Summarecon Bekasi telah tumbuh menjadi kota terpadu yang hidup, lengkap dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, bisnis, dan gaya hidup.
Baca Juga
Summarecon Crown Gading (SMRA) Perkuat Posisi di Koridor Utara–Timur Jakarta
Adrianto P. Adhi menilai kehadiran SMB Tahap 2 akan semakin memperkuat daya tarik kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi.
Pada akhirnya, perjalanan ini terasa seperti merangkai mozaik, setiap bagian dibangun perlahan hingga membentuk gambaran utuh. Dan seperti peribahasa lama, “air yang menetes terus-menerus mampu melubangi batu,” Summarecon Bekasi membuktikan bahwa konsistensi dan visi jangka panjang mampu mengubah kawasan menjadi kota masa depan yang berkelanjutan.

