Zulhas Akui Konflik Timur Tengah Buat Biaya Logistik dan Harga Plastik Meroket
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengakui dampak konflik di Timur Tengah yang sedang memanas hingga saat ini berdampak pada kenaikan biaya logistik dan harga bahan baku industri.
"Kan sekarang itu transportasi laut itu mutar, ya tentu ongkos naik. Yang tadinya bisa 20 hari, sekarang bisa 60 hari. Yang tadinya 30 hari, sekarang 60 hari lebih ya," ucap Zulhas saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menko Zulhas mengungkapkan salah satu dampak yang terlihat dari kondisi tersebut adalah terjadinya kenaikan harga plastik. Bahkan, menurutnya, ada pihak yang mengeluhkan kesulitan mencari karung beras yang terbuat dari plastik.
"Misalnya sekarang (harga) plastik. Plastik itu luar biasa naiknya, bahkan tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat mau beli gabah, karungnya enggak ada. Karena karungnya dari plastik. Ya, jadi memang ada dampak, plastik sedang kesulitan," ungkapnya.
Baca Juga
Harga Plastik Meroket, Mendag Sebut Dampak Konflik Timur Tengah
Tak hanya itu, guncangan konflik Timur Tengah juga berimbas pada biaya transportasi, khususnya pada harga bahan bakar pesawat atau avtur. Kondisi ini langsung berdampak pada biaya tiket pesawat yang diperkirakan melonjak hingga 13%.
"Oleh karena itu apa namanya seperti plastik, seperti apa namanya avtur yang naik sehingga juga apa ongkos pesawat boleh 13%," imbuh Ketua Umum PAN tersebut.
Meski terdapat berbagai macam dampak nyata dari konflik Timur Tengah, namun Menko Zulhas mengklaim pemerintah Indonesia memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan negara-negara lainnya dalam menghadapi gejolak geopolitik ini.
"Tentu ya itu dampak daripada apa yang terjadi di kawasan apa serangan Amerika, Israel terhadap Iran ini dan juga di belahan dunia lainnya. Itu dampaknya. Tetapi saya mengatakan tadi, tentu itu kita akan atasi. Tapi dibanding negara-negara lain, alhamdulillah kita jauh lebih siap dan kita jauh lebih baik," terangnya.

