Bagikan

Harga Plastik Meroket, Mendag Sebut Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting

Harga plastik naik dan pasokan langka akibat gangguan impor nafta dari Timur Tengah yang terdampak konflik.
Pemerintah mencari sumber impor alternatif dari India, Amerika Serikat, dan Afrika untuk menjaga pasokan bahan baku.
Gangguan ini bersifat global dan juga dirasakan negara industri seperti China, Korea Selatan, hingga Thailand.

JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga dan kelangkaan plastik belakangan ini. Budi menyebut kondisi tersebut merupakan efek domino dari eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok bahan baku global.

Menurut Budi, industri plastik nasional sangat bergantung pada komoditas nafta sebagai bahan baku utama yang selama ini mayoritas diimpor dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga

1.000 Gerai Isi Ulang Jadi Strategi Unilever (UNVR) Tekan Plastik

"Beberapa hari ini memang banyak keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak perang. Bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta, dan kita impor itu dari Timur Tengah," ujar Budi saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (1/4/2026).

Pemerintah saat ini tengah bergerak cepat mencari solusi agar produksi plastik di dalam negeri kembali stabil. Budi menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya melakukan diversifikasi negara asal impor untuk menggantikan pasokan yang terhambat.

Pekerja beraktivitas mengolah sampah plastik di Collection Center Ciracas, di Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Beberapa negara alternatif yang kini masuk dalam radar pantauan pemerintah, antara lain India, Amerika Serimat, serta negara-negara di kawasan Afrika. "Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah terus pindah ke negara lain. Jadi kita harapkan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mendag menegaskan bahwa persoalan bahan baku ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi negara-negara produsen besar lainnya di Asia seperti China, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, hingga Thailand.

Baca Juga

Bappenas Prioritaskan Ekonomi Sirkular Plastik dalam RPJMN 2025–2029

Untuk mempercepat proses pengadaan, Kementerian Perdagangan telah menginstruksikan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk aktif mencari pemasok (suplier) baru yang siap mengirimkan bahan baku ke Indonesia.

"Kami terus berkomunikasi dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mendatangkan alternatif lain. Perwakilan kita di luar negeri juga mencari suplier-suplier baru untuk bisa masuk ke Indonesia agar produksi di dalam negeri normal lagi," pungkas Budi.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024