Kena Efisiensi, Anggaran Kementerian PU Dipangkas dari Rp 118 Triliun Jadi Rp 106,18 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada APBN 2026 mengalami efisiensi dari pagu awal Rp 118,5 triliun disesuaikan menjadi Rp 106,18 triliun.
“Penajaman belanja ini berdasarkan surat Menkeu No: S-181/MK.03/2026 tanggal 1 April 2026 melalui optimalisasi pagu sebesar Rp 12,71 triliun, sehingga rencana pagu DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) 2026 menjadi sebesar 106,18 triliun,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga
Pemangkasan Anggaran K/L 10% Masih Dikaji, Purbaya Jamin Tak Akan Ganggu Ekonomi
Ia menambahkan, penajaman belanja dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mitigasi kondisi global serta menjaga defisit APBN tetap terkendali.
Dody menuturkan, pihaknya belum menyampaikan rincian tersebut untuk mendapatkan persetujuan di Komisi V DPR karena masih melakukan revisi anggaran bersama unit organisasi terkait dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah akan melakukan prioritisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga guna meningkatkan efektivitas belanja negara.
Baca Juga
Proyek Tol MLFF Sempat Stagnan, Kementerian PU Siapkan Uji Coba Ulang
“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Seoul, Republik Korea, secara daring pada Selasa (31/3/2026).
Dia menyebut, potensi prioritisasi dan refocusing anggaran berada pada kisaran Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun. “Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” ungkap Airlangga.

