Pertamina Percepat Transisi Energi di Tengah Gejolak Global, Produksi EBT Tembus 8.743 GWh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menuju ketahanan energi nasional di tengah gejolak energi global.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pengembangan EBT menjadi solusi jangka panjang seiring dinamika geopolitik global yang memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fosil.
Baca Juga
Dorong Implementasi E10 di Indonesia, Pertamina NRE-USGBC Teken MoU
“Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fosil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan,” ujar Baron melalui penjelasan resminya di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga mendukung target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Hingga akhir 2025, Pertamina mencatat produksi energi bersih mencapai 8.743 GWh yang berasal dari berbagai sumber energi rendah karbon. Energi tersebut dimanfaatkan untuk pembangkit dengan total kapasitas terpasang mencapai 3.271 MW.
Rinciannya meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to Power Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, Gas to Power Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW, tenaga surya Pertamina Power Indonesia sebesar 55,3 MW, serta panas bumi sebesar 772,5 MW.
Baca Juga
Selain itu, melalui subholding Pertamina New & Renewable Energy, perseroan memiliki saham di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) di Filipina yang menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 669,3 MW.
Tidak hanya di sektor komersial, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga kini, telah dibangun 252 DEB di seluruh Indonesia dengan pemanfaatan energi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 lokasi DEB mampu memproduksi 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton pangan non-beras untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” jelas Baron.
Baca Juga
Dorong Desa Energi Berdikari, Pertamina Bantu Pendapatan Warga Naik 40%
Ke depan, Pertamina berkomitmen memperluas inisiatif energi bersih dan pemberdayaan masyarakat guna menghadapi gejolak ekonomi dan perubahan iklim, sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.
Pengembangan EBT ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam RUEN serta komitmen Pertamina mendukung Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional.

