Dorong Implementasi E10 di Indonesia, Pertamina NRE-USGBC Teken MoU
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menandatangani nota kesepahaman dengan US Grains & BioProducts Council untuk memperkuat pengembangan bioetanol di Indonesia melalui studi bersama, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kesiapan implementasi bahan bakar campuran etanol E10 serta mempercepat transisi energi nasional.
Pada tahap awal, organisasi nirlaba internasional yang mewakili industri biji-bijian dan produk bio berbasis pertanian tersebut diperkenalkan sebagai mitra utama dalam kerja sama ini. USGBC selama ini berperan dalam pengembangan pasar bioenergi melalui edukasi, advokasi, serta fasilitasi kerja sama global, termasuk penyediaan asistensi teknis dan pelatihan praktik terbaik berkelanjutan.
Baca Juga
Resmi! Pertamina NRE Pegang Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, kolaborasi ini difokuskan pada penguatan kapabilitas nasional melalui knowledge exchange, peningkatan kapasitas, serta adopsi praktik terbaik global. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol nasional, termasuk mendukung potensi implementasi bahan bakar campuran etanol E10 sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
"Kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemampuan domestik melalui pembelajaran global," kata dia dikutip Jumat (3/4/2026).
Ia mengatakan bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan energi dan keberlanjutan, sehingga Pertamina ingin mendalami pengalaman internasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem bioetanol, diversifikasi bahan baku, kerangka regulasi, serta penerapan bahan bakar campuran etanol di dalam negeri.
Dalam implementasinya, kedua pihak menjajaki studi bersama terkait penguatan rantai pasok dan infrastruktur bioetanol, mencakup aspek teknis, komersial, hingga kesiapan regulasi. Selain itu, kerja sama juga mencakup pelatihan teknis, pertukaran tenaga ahli, serta penyelenggaraan forum diskusi dan lokakarya guna memperluas pemahaman terhadap praktik terbaik global.
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi berbasis kolaborasi strategis. Ia menekankan bahwa kerja sama ini menjadi platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui pertukaran pengetahuan yang terstruktur, sehingga pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia dapat berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan.
Baca Juga
Lebih lanjut, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kapasitas domestik melalui adopsi teknologi, optimalisasi operasional, serta peningkatan pemahaman dalam pengelolaan produksi dan diversifikasi bahan baku bioetanol. Di sisi lain, kedua pihak akan memfasilitasi dialog terkait pengembangan pasar, kerangka keberlanjutan, dan strategi komunikasi publik guna mendukung implementasi bahan bakar berbasis campuran etanol.
Chairman USGBC Mark Wilson menegaskan bahwa kemitraan ini tidak sekadar bersifat formal, melainkan berorientasi pada implementasi nyata. Fokus utama kerja sama, meliputi pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis, pengembangan pasar, serta dukungan terhadap kesiapan Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar berbasis etanol.

