PLTP Kamojang PGE (PGEO) Salurkan 1,326 GWh Listrik hingga Kuartal III 2025
Poin Penting
|
GARUT, Investortrust.id - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang dioperasilan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE Area Kamojang mencatat produksi listrik 1,326 gigawatt hour (GWh) hingga kuarrtal III 2025 ini.
Pjs General Manager PGE Area Kamojang Hendrik Sinaga menyampaikan, angka 1,326 GWh tersebut adalah yang tertinggi di antara seluruh wilayah kerja panas bumi (WKP) PGE. “Dengan kapasitas tersebut, PLTP Kamojang mampu memasok listrik untuk lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari selama setahun penuh tanpa bergantung pada sinar matahari, cuaca, atau bahan bakar fosil,” ujarnya saat visit site ke PLTP Kamojang, Garut, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Dukung Transisi Energi, PGE (PGEO) Ulubelu dan UNDP Dorong Riset WEF Nexus
Penggunaan listrik bersih yang dihasilkan PLTP Kamojang ini juga berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan upaya Indonesia mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.
Area Kamojang merupakan wilayah panas bumi tertua di Indonesia. Area ini pertama kali dieksplorasi oleh Belanda pada 1926. Sementara itu, eksplorasi oleh Pertamina dimulai pada 1974 dan PLTP Kamojang pertama resmi beroperasi komersial sejak 1983.
“Kini, pengelolaan WKP Kamojang dilakukan PGE, dengan lima unit PLTP yang memiliki total kapasitas mencapai 235 megawatt (MW) dari total 727 MW kapasitas terpasang yang dikelola PGE,” jelas Hendrik.
Lebih sekadar Kamojang, PGE kini tengah memperluas kapasitas terpasangnya dengan target mencapai 1 GW dalam 2–3 tahun ke depan, dan 1,8 GW pada 2033. Dalam jangka panjang, PGE menargetkan kapasitas total sebesar 3 GW yang telah teridentifikasi dari 10 WKP yang dikelolanya.
Baca Juga
PGEO Pacu Inovasi Panas Bumi Menuju 3 GW Lewat Geovation 2025
Untuk mewujudkan hal tersebut, PGE tengah memprioritaskan sejumlah proyek quick win, termasuk pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah di Kamojang dengan kapasitas sebesar 5 MW yang ditargetkan mulai beroperasi tahun 2028.
“Kamojang menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan panas bumi dapat berjalan seimbang antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, PGE berkomitmen untuk terus menghadirkan energi bersih yang andal sekaligus mendorong terciptanya ekonomi hijau di Indonesia,” sebutnya.

