Produksi Tambak Udang Terintegrasi Waingapu Ditarget 52.000 Ton per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah terus mendorong pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat sektor perikanan nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor udang Indonesia. Proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 52.000 ton udang per tahun dengan 2,5 siklus panen
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu menyampaikan proyek ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga sebagai model budi daya udang modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca Juga
Cadangan Beras Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Gudang Bulog
Menurutnya, potensi lahan budi daya di wilayah pesisir Indonesia mencapai sekitar 600.000 hektare (ha). Namun, pemanfaatan untuk budi daya udang baru sekitar 300.000 hektare.
“Dari 300 ribuan hektare itu, 82% atau 247.803 hektare itu adalah tradisional. Kemudian 15% atau kurang lebih 46.000 hektare sekian itu adalah semi-intensif. Kemudian sisanya 15 ribuan hektare itu atau 3% itu untuk intensif,” kata pria yang akrab disapa Tebe itu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Tebe menekankan, pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu menjadi upaya transformasi menuju sistem budi daya yang lebih produktif dan efisien. “Model terintegrasi ini yang ingin kami dorong agar bisa menjadi contoh dan direplikasi di berbagai daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, KKP telah mengembangkan model kawasan budi daya di Kebumen dengan luas sekitar 100 hektare. Namun, model tersebut masih berbasis kawasan dan belum sepenuhnya terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Sekarang kita naik kelas dengan mengintegrasikan seluruh proses dalam satu sistem,” tambah Haeru.
Dari sisi produksi, proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 52.000 ton udang per tahun dengan 2,5 siklus panen. Produksi tersebut diharapkan juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekspor udang nasional.
Meski kontribusinya terhadap total target nasional masih terbatas dalam jangka pendek, pemerintah optimistis proyek ini akan menjadi katalis bagi pengembangan budidaya udang skala besar di Indonesia.
Baca Juga
Agro Bahari (UDNG) Cari Modal untuk Bangun Tambak Udang di Babel lewat IPO
Saat ini, pemerintah tengah menggenjot produksi udang nasional untuk mencapai target sekitar 2 juta ton per tahun, dari posisi saat ini yang masih berada di kisaran 1 juta ton lebih.
“Memang secara volume belum terlalu besar terhadap target nasional, tetapi yang terpenting adalah modelnya. Waingapu ini akan menjadi acuan untuk pengembangan kawasan serupa di masa depan,” tegasnya.

