Serap Ribuan Tenaga Kerja, Tambak Udang Rp 7,2 T di Waingapu Bisa Dongkrak Ekonomi 34,7%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah tengah menggenjot pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai langkah strategis memperkuat sektor perikanan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Timur Indonesia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) I Nyoman Radiarta mengungkapkan, pihaknya melalui Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan telah melakukan kajian awal terkait dampak ekonomi proyek tersebut.
“Jadi kami di BPPSDMKP melalui Balai Besar Sosial Ekonomi mencoba untuk melakukan satu kajian singkat tahapan awal dampak ekonomi strategis nasional terkait dengan pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga
Pemerintah Kejar Pembangunan 100 Gudang Baru Bulog, Dananya Capai Rp 5 Triliun
Dia menjelaskan, proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 7,2 triliun. Dari nilai tersebut, diperkirakan mampu mendorong peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) hingga 34,7%. Selain itu, proyek ini juga berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja dari berbagai sektor, dengan kapasitas produksi mencapai 52.000 ton udang per tahun.
Nyoman memaparkan, terdapat tiga pilar utama dampak ekonomi dari pembangunan tambak tersebut. Pilar pertama adalah fase konstruksi yang berlangsung selama sekitar tiga tahun. Pada periode ini, proyek diproyeksikan memicu lonjakan pertumbuhan ekonomi sementara di kisaran 39,4% hingga 40,7% per tahun.
“Pada fase ini juga terjadi penyerapan tenaga kerja konstruksi lokal sekitar 1.889 orang, serta percepatan pembangunan infrastruktur, utilitas, dan akses jalan di Kecamatan Pandawai sebagai lokasi proyek,” ungkap dia.
Memasuki fase kedua, yakni operasional, dampak ekonomi jangka panjang mulai terlihat signifikan. PDRB Sumba Timur diproyeksikan meningkat dari Rp 7,8 triliun menjadi Rp 10,5 triliun. Sementara itu, nilai ekonomi komoditas udang diperkirakan mencapai Rp 3,38 triliun per tahun, dengan kontribusi devisa negara sebesar US$ 289 juta dari ekspor.
Tak hanya itu, proyek ini juga membawa dampak sosial yang cukup besar. Berdasarkan kajian awal, pembangunan tambak udang terintegrasi ini berpotensi mengentaskan hingga 55% penduduk miskin dari kemiskinan struktural.
Baca Juga
Produksi Tambak Udang Terintegrasi Waingapu Ditarget 52.000 Ton per Tahun
“Kemudian perputaran upah mencapai Rp 2.260 miliar per tahun di tingkat lokal. Tentunya dengan tenaga kerja lokal tersebut ada pengupahan, ada UMR. Nah ini diprediksi sekitar Rp 260 miliar per tahun. Kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan bagi 35.280 jiwa pekerja termasuk keluarganya,” kata Nyoman.
Pemerintah menilai, proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu ini tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama udang di pasar global.

