Sambut Impor Gula 71 Ribu Ton, Kemenhub dan Pelindo Kerja Sama Arus Pelayaran di Pelabuhan Waingapu
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu telah meneken perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sub regional Bali Nusa Tenggara.
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Waingapu, Fadly Afand Djafar menyampaikan, kerja sama ini untuk melakukan pelayanan pemanduan dan penundaan di wilayah perairan Pelabuhan Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, dengan adanya kerja sama ini dapat mendukung kelancaran arus pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Waingapu, khususnya dalam menyambut rencana kedatangan kapal pengangkut impor gula kristal mentah yang dilakukan oleh PT Muria Sumba Manis dengan total sekitar 71.000 ton.
Baca Juga
Mentan Amran Klaim Proyek Lahan Tebu di Merauke Bisa Tekan Impor Gula
''Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan kapal, khususnya dalam rangka menyambut rencana kedatangan kapal pengangkut impor gula kristal mentah untuk diolah menjadi gula kristal putih, yakni MV Newsun Lucky dengan pelabuhan asal Thailand yang diestimasikan tiba di Pelabuhan Waingapu pada awal November tahun 2024,'' kata Fadly dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Kemudian pada tahap kedua, lanjut Fadly, kegiatan impor gula kristal mentah akan diangkut dengan kapal MV Sunny Fortune dengan pelabuhan asal Brazil yang diperkirakan akan bersandar di Pelabuhan Waingapu pada akhir November 2024.
Dia pun mengharapkan, dengan menggandeng Pelindo dapat menjadi multiplier effect yang dapat meningkatkan dividen Indonesia.
''Dengan ditandatanganinya kerja sama ini diharapkan ada multiplier effect untuk meningkatkan dividen negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),'' tutur Fadly.

