Konsumsi Bensin Lebaran Lampaui Proyeksi Tembus 15%, BPH Migas Akui Ada 'Panic Buying'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyampaikan bahwa sepanjang periode Ramadan-Idulfitri 2026 terdapat peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (gasoline). Bahkan peningkatan konsumsi tersebut lebih tinggi dari yang semula diproyeksikan.
Kepala Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati menyebut, pada awalnya kenaikan konsumsi bensin selama periode Ramadan-Idulfitri diproyeksikan sebesar 12% dibanding hari normal. Namun, realisasinya adalah peningkatan konsumsi bensin mencapai hampor 15%.
“Ada (panic buying), tetapi enggak banyak ya. Panic buying itu hanya beberapa saja, beberapa daerah saja,” kata Erika menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan konsumsi bensin melebih proyeksi," kata Erika di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga
Selain panic buying yang disebabkan ketegangan geopolitik Timur Tengah, hal lain yang membuat konsumsi bensin melonjak adalah banyaknya masyarakat yang bepergian, baik mudik ke kampung halaman maupun berwisata.
“Memang orang yang mudik kali ini luar biasa ya. Kemudian juga jangka waktu liburnya panjang, jadi orang selain mudik juga banyak berwisata, seperti itu. Nah itu juga tentunya menambah konsumsi BBM,” sebut Erika.
Sementara itu, untuk konsumsi gasoil (solar) dilaporkan mengalami penurunan sebesar 18%. Adapun untuk peningkatan konsumsi avtur rata-rata sebesar 7,2%.
Erika memaparkan, secara umum kondisi ketahanan stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline (bensin), gasoil (solar), kerosene (minyak tanah), maupun avtur, dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata diatas 20 hari.
“Penyaluran BBM tertinggi secara nasional pada produk gasoline saat arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 37% dari penyaluran normal, sedangkan untuk arus balik terjadi pada 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20% dari penyaluran normal,” papar Erika.
Baca Juga
Viral Isu Pembatasan Pembelian BBM pada 1 April, ESDM: Belum Ada Keputusan
Adapun untuk produk avtur, peningkatan konsumsi tertinggi saat arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 18% dari penyaluran normal, sedangkan untuk arus balik terjadi peningkatan pada 29 Maret 2026 dengan kenaíkan 22% dari penyaluran normal.
“BPH Migas telah melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran BBM harian, serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusían BBM yang tersebar di 67 kabupaten/kota Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Hasil pengawasan yaitu penyaluran BBM aman dan lancar,” ucap Erika.

