Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar Global
TOKYO, investortrust.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengikuti pergerakan harga di pasar global. Hal itu disampaikan Bahlil menanggapi isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang disebut berlaku mulai 1 April 2026.
Bahlil menjelaskan, Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 terdapat dua formulasi harga BBM, yakni untuk sektor industri dan nonindustri. Untuk harga BBM industri berdasarkan pada harga pasar.
"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Baca Juga
Ia menjelaskan BBM kategori industri umumnya merupakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, seperti RON 95 dan RON 98 yang digunakan kelompok masyarakat mampu serta sektor usaha. Untuk itu, perubahan harga tak menjadi beban negara lantaran tidak mendapat subsidi.
"Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani), Pak Seskab (Seskab Teddy Indra Wijaya), masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," ujarnya.
Untuk itu, Bahlil menegaskan, fokus utama pemerintah terkait kebijakan energi adalah BBM subsidi. Bahlil memastikan keputusan terkait harga BBM subsidi berada langsung di tangan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menegaskan, Prabowo akan memperhatikan rakyat kecil terkait harga BBM Subsidi.
"Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," katanya.
Bahlil meminta masyarakat bersabar menunggu pengumuman resmi pemerintah mengenai harga BBM subsidi. Ketua Umum Partai Golkar itu memastikan Presiden Prabowo dan jajaran pemerintahan akan mempertimbangkan kondisi sosial dan daya beli masyarakat.
"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya," kata Bahlil.
Bahlil menekankan Prabowo selalu memikirkan kebutuhan dan kondisi masyarakat dalam memutuskan suatu kebijakan.
"Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara, tetapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," tegasnya.
Diberitakan, Kementerian ESDM memastikan harga BBM subsidi, yaitu produk Pertalite (gasoline) dan Biosolar (gasoil) tidak akan mengalami kenaikan pada 1 April 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan, harga BBM subsidi bulan depan bakal tetap sama dengan harga sekarang. Harga Pertalite saat ini dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
"Yang terpenting adalah untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan (harga),” kata Laode saat dihubungi Investortrust, Senin (30/3/2026).
Selain itu, Laode juga memberikan tanggapan soal informasi yang beredar di media sosial, yakni harga BBM non-subsidi diisukan bakal mengalami kenaikan yang cukup besar. Sebagai contoh, harga Pertamax (RON 92) yang pada Maret 2026 ini dibanderol Rp 12.300 diisukan bakal naik menjadi Rp 17.850 pada 1 April.
Baca Juga
Ekonom Nilai Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Masih dalam Kondisi Wajar
Sementara itu, harga Pertamax Green (RON 95) diisukan bakal naik menjadi Rp 19.150 per liter dari Rp 12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) diisukan naik menjadi Rp 19.450 per liter dari Rp 13.100 per liter. Untuk Pertamina Dex diisukan bakal naik menjadi Rp 23.950 per liter dari Rp 14.500 per liter, dan Dexlite diisukan naik menjadi Rp 23.650 per liter dari Rp 14.200 per liter.
Terkait isu ini, Laode menegaskan bahwa harga resmi BBM nonsubsidi baru bakal diumumkan pada 1 April 2026 besok.
“Untuk BBM nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya,” ucap Laode.

