Gaikindo: Industri Lokal Siap Suplai Mobil Pikap Koperasi Merah Putih, asal...
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Polemik impor 105.000 pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih (KMP) memicu sorotan luas. Hal ini lantaran jumlah mobil yang rencananya diimpor Agrinas tersebut hampir menyamai total penjualan kendaraan niaga nasional sepanjang 2025.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai industri dalam negeri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kuncinya, pemerintah memberi waktu produksi yang rasional.
“Indonesia sudah mampu, asal diberikan kesempatan dan waktu rasional untuk memproduksi serta menyuplai kebutuhan di dalam negeri,” kata Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty di Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Ombudsman Saran Evaluasi Impor Pikap untuk Kopdes, Manfaatkan Pindad
Ia juga menegaskan kapasitas produksi nasional mencukupi untuk memenuhi permintaan domestik. Dikutip dari data asosiasi tersebut, Senin (2/3/2025), dari 61 anggota Gaikindo, kapasitas produksi pikap nasional mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Angka itu dinilai jauh di atas kebutuhan tambahan 105.000 unit untuk program KMP.
Di sisi lain, sejumlah model pikap telah diproduksi lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40%. Model seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max Pick Up menjadi tulang punggung segmen 4x2.
Anton menekankan keunggulan produk rakitan lokal bukan hanya pada produksi, tetapi juga layanan purnajual.
“Kita sudah ada aftersales-nya, garansi, dan kemampuan membuatnya,” tegasnya.
Jaringan diler dan bengkel resmi tersebar di berbagai wilayah Indonesia diklaim memudahkan distribusi suku cadang. Komponen pun dapat disuplai cepat karena melibatkan rantai pasok domestik.
Baca Juga
Impor 105 Ribu Pikap Agrinas untuk KMP: Ancaman untuk Industri Otomotif Nasional
Sekadar informasi, industri otomotif nasional telah memproduksi pikap sejak 1969 dan kini didukung fasilitas manufaktur berbagai prinsipal global. Di antaranya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI), Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), dan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI).
Gaikindo menilai setiap unit pikap lokal mengandung sekitar 20.000 komponen yang melibatkan industri kecil menengah dan jutaan tenaga kerja. Dengan TKDN yang terus meningkat, setiap penjualan unit berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan keputusan dilanjut atau diberhentikannya impor mobil dari India masih menunggu jawaban pemerintah. Namun demikian, pekan lalu tercatat sudah ada 1.200 unit mobil pikap dari Tata Motors dan Mahindra telah tiba di Indonesia.

