Gaikindo Khawatirkan PHK Industri Otomotif Lokal Akibat Kenaikan Penjualan Mobil Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) menilai kenaikan signifikan pangsa pasar mobil listrik yang bisa mengancam industri otomotif nasional, khususnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan rantai pasok komponen.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, volume produksi kendaraan dengan TKDN tinggi terus turun, sementara produksi mobil listrik dengan TKDN rendah justru meningkat.
Baca Juga
Insentif Mobil Listrik Impor Harus Dihentikan, Dikhawatirkan Ganggu Iklim Investasi
Menurutnya, tren penurunan tersebut berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK), karena mayoritas tenaga kerja terserap di perusahaan otomotif yang membangun pabrik di dalam negeri.
Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat populasi kendaraan listrik di Indonesia meningkat tajam. Pada 2024, jumlahnya mencapai 207 ribu unit atau naik 78%, dibanding 2023 yang tercatat 116 ribu unit.
“Bahkan, ada perusahaan yang sudah melakukan PHK akibat penjualan kendaraan di dalam negeri turun, sehingga pasokan juga menurun,” ujar Kukuh dalam diskusi di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Baca Juga
PHK Tokopedia Buntut Merger dengan TikTok, Ekonom: Efisiensi dan Persaingan Jadi Pemicu
Kukuh menambahkan, utilisasi perusahaan otomotif berbasis lokal juga turun. Sebelumnya sempat menyentuh level 73%, kini dikhawatirkan lanjutkan penurunan hingga menuju kisaran 55-60%.
Di tengah penurunan produksi dan utilisasi, industri otomotif konvensional masih terbantu oleh penjualan ekspor. Gaikindo mencatat ekspor tahun ini berkisar 400.000–500.000 unit.
“Utilisasi yang sempat naik ke 73% berpotensi turun lagi menjadi 55%-60%, padahal serapan tenaga kerja di sektor ini cukup besar,” kata Kukuh.

