Ekspansi Tak Asal Buka, Ini Cara Primaya Hospital (PRAY) Pilih Lokasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Primaya Hospital Group, jaringan rumah sakit (RS) milik PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), menegaskan komitmennya menyeimbangkan orientasi bisnis dan pelayanan kesehatan. Dalam melakukan ekspansi, Primaya memilih lokasi berdaya beli memadai, dengan tetap melayani pasien BPJS, langkah yang dinilai krusial menjaga keberlanjutan usaha dan akses layanan publik.
Sebagai entitas yang tidak menerima subsidi pemerintah, Primaya Hospital harus memastikan keberlanjutan finansial di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang inklusif.
Founder sekaligus Komisaris Utama Primaya Hospital Yos E. Susanto mengatakan alasan utama mendirikan rumah sakit adalah memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. “Saya mendirikan rumah sakit salah satu why-nya adalah bahwa kita ingin memberikan pelayanan kesehatan yang bagus. Semboyannya, here for you. Emang Primaya ada untuk melayani,” kata Yos saat berkunjung ke kantor Investortrust di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga
Setelah Kelapa Gading, Primaya Hospital (PRAY) Akan Tambah 2 RS di Jabodetabek
Namun, ia menekankan idealisme tersebut tetap harus ditopang kemampuan finansial. Menurutnya, rumah sakit swasta tidak dapat berjalan tanpa mempertimbangkan daya bayar masyarakat. “Kalau tidak ada kemauan membayar, ya saya konyol sih,” ujarnya.
Yos mengakui kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah timur Indonesia, seperti Papua cukup besar. Meski demikian, ia menyatakan ekspansi tetap harus melalui perhitungan matang. Ia memilih pendekatan pasar campuran, yakni menjangkau masyarakat yang mampu membayar sekaligus melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan).
“Saya inginnya semua orang dilayani. Jadi saya cari pangsa pasarnya yang ada sebagian mampu membayar, tapi ada yang BPJS,” kata Yos.
Strategi Lokasi dan Akses Publik
Sebagai rumah sakit swasta yang menerima pasien BPJS, Primaya mempertimbangkan faktor daya beli dan aksesibilitas dalam menentukan lokasi. Yos menuturkan akses transportasi publik menjadi salah satu kriteria utama agar layanan tidak hanya dinikmati pemilik kendaraan pribadi.
“Saya memilih lokasi rumah sakit karena memang ada daya beli dan aksesnya. Saya ingin tidak hanya melayani orang yang punya mobil, tapi juga kendaraannya ramai. Saya milih yang ada akses publik yang mudah,” ujarnya.
Pendekatan tersebut mencerminkan strategi bisnis yang menggabungkan aspek komersial dan tanggung jawab sosial. Dengan basis pasien campuran, perusahaan berupaya menjaga arus kas tetap sehat sekaligus memperluas jangkauan layanan.
Bangun Baru Dinilai Lebih Efisien
Dalam pengembangan jaringan, Primaya mengadopsi dua model, yakni mendirikan rumah sakit baru dan melakukan akuisisi. Yos menilai akuisisi kerap menghadapi tantangan budaya organisasi. “Untuk akuisisi hambatan terbesar adalah orang-orang atau budayanya enggak sama. Itu hambatan terbesar untuk mengubah itu kan susah,” ucapnya.
Baca Juga
Bukan Sekadar Obati Cedera, Primaya Hospital (PRAY) Edukasi Atlet soal Kesehatan
Untuk itu, perusahaan mengombinasikan kedua pendekatan tersebut. Meski demikian, ia mengakui pembangunan rumah sakit baru secara mandiri dinilai lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena budaya kerja dapat dibentuk sejak awal.
Dalam 2–3 tahun ke depan, Primaya berencana memperluas jaringan di luar Jabodetabek. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi sebagai jaringan rumah sakit swasta nasional dengan cakupan layanan yang lebih merata.
Berikut jaringan Primaya Hospital Group di Indonesia.
- FMC Hospital (Bogor)
- Primaya Evasari Hospital
- Primaya Hospital Bekasi Barat
- Primaya Hospital Bekasi Timur
- Primaya Hospital Bekasi Utara
- Primaya Hospital Betang Pambelum
- Primaya Hospital Bhakti Wara
- Primaya Hospital Depok
- Primaya Hospital Hertasning (Makassar)
- Primaya Hospital Inco Sorowako
- Primaya Hospital Karawang
- Primaya Hospital Kelapa Gading
- Primaya Hospital Makassar
- Primaya Hospital Pasar Kemis
- Primaya Hospital PGI Cikini
- Primaya Hospital Semarang
- Primaya Hospital Sukabumi
- Primaya Hospital Tangerang
- Rajawali Hospital Bandung
- Ukrida Hospital (Jakarta Barat)
- Primaya Hospital Kelapa Gading (Jakarta Utara).

