Katarak Bukan Takdir! Primaya Hospital (PRAY) Ajak Lansia Kembali Melihat Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Primaya Hospital Group (dahulu RS Awal Bros) brand rumah sakit (RS) milik PT Famon Awal Bross Sedaya Tbk (PRAY) merayakan ulang tahun ke-19 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukasi kesehatan yang ditujukan untuk masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah operasi katarak gratis yang diharapkan mengembalikan penglihatan pasien dan meningkatkan kualitas hidup.
Chief Business Development Officer Primaya Hospital Group Yoseph Bambang mengatakan, program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Primaya Heart Research yang digelar pada Agustus 2025. Kegiatan tersebut melibatkan 6.960 peserta yang berlari, berjalan, dan bersepeda secara virtual dengan total jarak sekitar 2.000 kilometer.
“Total kilometer yang ditempuh peserta kami konversi menjadi donasi, yang kemudian digunakan untuk mendanai kegiatan bakti sosial operasi katarak ini,” kata Yoseph di sela bakti sosial operasi katarak Primaya Hospital Group di Primaya Hospital Bekasi Timur, Minggu (28/9/2025).
Baca Juga
Primaya Hospital (PRAY) Cetak Lompatan Laba 286,80%, Berikut Penopangnya
Ia menjelaskan, program ini menargetkan masyarakat sekitar yang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan akibat pembatasan kuota operasi katarak oleh BPJS Kesehatan. “Banyak pasien yang tertunda operasinya. Melalui kegiatan ini, kami membantu mereka agar bisa kembali melihat dengan sempurna,” ujarnya.
Selain operasi katarak, puncak perayaan ulang tahun Primaya Hospital Group akan digelar pada Primaya Fair, 15-19 Oktober di Mall of Indonesia. Acara ini akan menghadirkan edukasi kesehatan dengan berbagai topik, termasuk kanker, kesehatan wanita, gangguan saraf, hingga literasi digital untuk anak. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan kami bukan hanya untuk merawat pasien, tetapi memberikan edukasi agar masyarakat bisa menjaga kesehatannya,” kata Yoseph.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Kota Bekasi dr. Irsad Sadri yang turut memimpin kegiatan ini menambahkan, pemeriksaan ketat dilakukan sebelum pasien dioperasi. “Kami memastikan tekanan darah di bawah 150/90, gula darah di bawah 200, dan ketajaman penglihatan di bawah 6/60. Pasien dengan risiko komplikasi tidak akan dioperasi demi keselamatan mereka,” jelas Irsad.
Baca Juga
Bukan Sekadar Obati Cedera, Primaya Hospital (PRAY) Edukasi Atlet soal Kesehatan
Menurutnya, sebagian besar pasien yang ikut dalam program ini adalah lansia dengan kondisi penglihatan sangat terbatas. Namun tren katarak kini juga mulai terlihat pada usia lebih muda, terutama akibat gaya hidup tidak sehat dan diabetes yang semakin banyak diderita kelompok usia 50 tahun ke bawah.
dr. Irsad menambahkan, operasi katarak yang dilakukan menggunakan teknik fakoemulsifikasi tanpa jahitan sehingga proses penyembuhan berlangsung cepat. “Pasien sudah bisa kembali beraktivitas dalam waktu singkat, dengan syarat menjaga kebersihan mata dan menghindari air selama minggu pertama pascaoperasi,” ujarnya.

