Setelah Kelapa Gading, Primaya Hospital (PRAY) Akan Tambah 2 RS di Jabodetabek
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Jaringan rumah sakit (RS) swasta Primaya Hospital Group (dahulu RS Awal Bros) brand rumah sakit (RS) milik PT Famon Awal Bross Sedaya Tbk (PRAY) akan menambah dua RS di kawasan Jabodetabek setelah meresmikan Primaya Hospital Kelapa Gading, di Jakarta. Adapun saat ini RS di bawah jaringan Primaya mencapai 20 RS.
"Kami akan menambah RS di BSD semoga tahun ini atau tahun depan, satu lagi di Jakarta Selatan," kata CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali saat menjawab pertanyaan Investortrust sesuai konferensi pers peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dia mengatakan, ekspansi ini dinilai penting untuk memperkuat akses layanan kesehatan. Saat ini, Primaya Hospital Group telah mengoperasikan 20 rumah sakit dalam jaringannya. Di Jakarta, grup ini mengoperasikan empat rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah, sementara pengembangan ke daerah penyangga terus disiapkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.
Baca Juga
Perkuat Ekspansi, Primaya Hospital (PRAY) Resmikan Cabang Baru di Kelapa Gading
“Di Jakarta sendiri, saat ini ada empat rumah sakit. Selain Prima Hospital Kelapa Gading, kami ada rumah sakit Primaya Hospital Eva Sari (Jakarta Timur), Prima Hospital PBI Cikini (Jakarta Pusat), dan Prima Hospital Ukhida yang di Jakarta Barat,” kata Leona A. Karnali.
Dia menilai sebaran ini penting untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin meningkat di kawasan perkotaan padat penduduk. “Jadi saat ini kami ada di Jakarta Timur, Utara. Kemudian selebihnya, karena tadi Pak Pramono Anung (Gubernur DKI Jakarta) juga sudah mengatakan akan mendukung Primaya Hospital untuk membangun lebih banyak lagi rumah sakit. Kami juga sudah berencana membangun RS lagi,” lanjut dia.
Selain ekspansi fisik, Primaya Hospital Group juga mulai mengintegrasikan energi terbarukan sebagai bagian komitmen keberlanjutan. Pemanfaatan tenaga surya telah diterapkan di beberapa fasilitas, khususnya rumah sakit yang relatif baru atau memiliki kapasitas pengembangan memadai.
“Primaya Hospital Kerawang dan Primaya Hospital Bekasi Timur merupakan rumah sakit yang memiliki tenaga surya. Selebihnya, kami juga sedang mengembangkan PLTS di beberapa rumah sakit kami yang lain,” ujar Leona.
Namun, tidak semua fasilitas langsung menjadi prioritas penerapan energi surya. Faktor usia bangunan dan keterbatasan lahan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan proyek pengembangan.
Primaya Hospital Kelapa Gading
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang hadir dalam peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading menyatakan, kehadiran Primaya Hospital Kelapa Gading menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Timur yang terus berkembang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong kolaborasi dengan rumah sakit swasta yang memiliki standar layanan intemasional, pemanfaatan teknologi medis modern, serta komitmen kuat terhadap kebutuhan pasien. "Kami memandang Primaya Hospital Kelapa Gading sebagai mitra strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan warga Jakarta yang dinamis secara berkelanjutan," kata Pramono.
Baca Juga
Sejalan dengan tantangan kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penyakit tidak menular menyumbang sekitar 75% penyebab kematian di Indonesia. Penyakit jantung, kanker, dan stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi, sehingga menegaskan pentingnya kehadiran rumah sakit rujukan di dalam negeri dengan teknologi canggih, tenaga medis unggul, dan layanan terintegrasi.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, penguatan layanan kesehatan rujukan menjadi salah satu prioritas nasional. Kehadiran Primaya Hospital Kelapa Gading yang dilengkapi berbagai teknologi mumpuni, layanan komprehensif, serta praktik klinis yang berorientasi pada kebutuhan pasien diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia."
CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali menegaskan setiap layanan dijalankan dengan prinsip patient-first. "Setiap keputusan medis di Primaya Hospital Kelapa Gading diambil berbasis data, tepat, dan menyeluruh, dengan berfokus pada kebutuhan klinis pasien sejak tahap pemeriksaan awal hingga pemulihan," kata dia.
Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan kanker, layanan saraf, urologi, ortopedi, gastro, hati dan pencernaan, layanan mata termasuk LASIK, klinik fertilitas, rehabilitasi medis, serta pusat diagnostik radiologi. Ke depan, rumah sakit ini juga akan menambah kerja sama layanan penanganan kanker kemoterapi dengan Singapura serta menghadirkan Nuclear Molecular Medicine Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026. Seluruh layanan tersebut didukung fasilitas berstandar internasional yang dirancang untuk kenyamanan pasien dan keluarga.
Dari sisi operasional, Primaya Hospital Kelapa Gading menyediakan dokter spesialis anak selama 24 jam di instalasi gawat darurat dan rawat inap, serta dokter anestesi 24 jam di instalasi gawat darurat, kamar operasi, dan unit perawatan intensif. Rumah sakit ini juga menerapkan konsep instalasi gawat darurat satu tempat tidur satu ruangan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus pengendalian infeksi. Dukungan teknologi medis ditopang oleh CT Scan Dual Energy 2 x 380 slice dan MRI 1.5 Tesla berbasis kecerdasan buatan yang menghasilkan kualitas pencitraan mendekati 3 Tesla, sehingga membantu dokter menentukan diagnosis secara lebih cepat dan akurat.

