Atap Seng Diganti Genting, Menteri Ara Sebut Industri Lokal Bergerak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mendorong program gentingisasi (atap seng diganti genting) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat penggunaan industri dalam negeri sekaligus memacu program 3 juta rumah layak huni.
“Soal gentingisasi kami sudah berdiskusi dengan Bapak Presiden, sudah saya laporkan karena menyangkut perumahan. Kalau boleh ini tentu tujuan yang saya tanya dari Bapak Presiden adalah supaya tidak panas. Itu yang pertama,” kata Ara dalam dalam rapat koordinasi (rakor) Satgas Pemulihan Bencana Sumatra di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga
Menteri Ara Percepat Program 3 Juta Rumah dan Gentingisasi Tahun Ini
Selain itu, Ara menilai program gentingisasi berpotensi menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri pabrikan dalam negeri. “Yang kedua, kalau boleh ini menggerakkan UMKM. Namun, juga kita siapkan yang pabrikan. Nanti arahan Pak Dasco, mana yang mau digunakan,” tutur dia.
Kementerian PKP, lanjut Ara, telah melakukan survei di sejumlah daerah sentra produksi genting, seperti Jatiwangi di Majalengka, Purwakarta, hingga Bekasi.
Ara menegaskan, program gentingisasi juga bertujuan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Kalau mau simple kita bisa saja impor, tetapi menurut saya kita jangan melakukan itu. Kita gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan industri dalam negeri,” tegas dia.
Ara meminta waktu satu minggu untuk menyusun kajian lengkap sebelum melaporkan hasilnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Koordinasi juga akan dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna menentukan skema dukungan kebijakan yang diimplementasikan pada program gentingisasi dalam gerakan aman, sehat, resik dan indah (ASRI).
“Nanti dengan BNPB bisa sama-sama, sehingga kita koordinasi genting mana yang mau digunakan, juga dengan Pak Menteri Keuangan, saya izin nanti kalau boleh itu kita untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi, supaya ekonomi juga bergerak di lapangan karena pegawai-pegawai dari industri genting rumahan ini, UMKM, itu besar sekali jumlahnya,” tandas Ara.
Terpisah, pemerintah membuka potensi penggunaan cadangan anggaran, termasuk sisa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk membiayai program gentingisasi. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di sela-sela acara Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta.
Baca Juga
Kopdes Merah Putih akan Dukung 'Gentengisasi' arahan Prabowo
Ia mengatakan, kebutuhan anggaran program ini relatif kecil yaitu tidak mencapai Rp 1 triliun. Program ini, kata Menkeu, ditujukan untuk mengganti atap rumah berbahan seng dengan genting berbahan batu atau material lain yang dinilai lebih layak.
Namun demikian, Purbaya menuturkan, perhitungan anggaran program masih bersifat kasar. Ia menilai estimasi kebutuhan dana dapat ditekan karena tidak seluruh rumah yang menggunakan atap seng akan diganti.
“Berapa rumah yang pakai seng, itu kan hitungannya kasar sekali. Semua rumah dihitung terus semua rumah diganti, padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil dari yang anda dengar,” tutur Bendahara Negara itu.

