Menteri Ara Percepat Program 3 Juta Rumah dan Gentingisasi Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, pihaknya akan mempercepat program 3 juta rumah seiring pelaksanaan program gentingisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada 2026.
“Gentingisasi itu sudah menjadi arahan Presiden. Kita akan pelajari dan kita persiapkan,” kata Ara di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Ia menuturkan pihaknya akan meninjau langsung sejumlah sentra industri genting, termasuk kawasan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, guna melihat kesiapan industri dalam mendukung program tersebut.
“Dulu terkenal genting dari Jatiwangi. Nanti saya akan datang ke sana, saya akan lihat bagaimana industrinya, kualitasnya, kemampuan produksinya, dan bagaimana harganya,” tutur Ara.
Baca Juga
Danantara Bakal Bangun Pabrik Baja Baru Bulan Depan, Kapasitas Capai 3 Juta Ton
Menurut Ara, program gentingisasi diharapkan dapat berjalan seiring target pembangunan 3 juta rumah dan memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor bahan bangunan.
“Mungkin dalam waktu dekat saya akan datang ke Majalengka, ke pusat-pusat genting yang ada di Indonesia, juga bagaimana kebijakan Presiden ini bisa dirasakan oleh UMKM, oleh industri, dan pengusaha-pengusaha lokal,” ucap dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, masih banyak rumah di berbagai daerah yang menggunakan atap berbahan seng, yang dinilai tidak awet dan kurang ramah lingkungan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genting dari seng,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).
Kepala Negara menegaskan, pemerintah menargetkan penggunaan genting sebagai atap rumah di seluruh Indonesia melalui proyek gentingisasi nasional. “Saya ingin semua atap Indonesia pakai genting. Jadi nanti proyeknya adalah proyek gentingisasi ke Indonesia,” tegas Prabowo.
Baca Juga
Ia menyebut industri genting tidak membutuhkan investasi besar dan dapat melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan penyediaan fasilitas pabrik genting. Selain itu, industri genting dinilai berpotensi memanfaatkan limbah, termasuk limbah batu bara, sebagai bahan baku produksi.

