Proyek Hilirisasi Nasional Rp 618 triliun 2026 Targetkan 276.800 Lapangan Kerja
Poin Penting
|
BOGOR, Investortrust.id - Hilirisasi menjadi mesin nilai tambah baru bagi badan usaha milik negara (BUMN) sektor tambang seiring dimulainya 18 proyek prioritas pemerintah pada 2026 dengan investasi Rp 618 triliun yang ditargetkan menciptakan 276.800 lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri nasional jangka panjang.
Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai strategi penciptaan nilai, bukan sekadar pembangunan proyek fisik, untuk mengubah komoditas mentah menjadi aset industri bernilai tinggi. Pendekatan ini diperkuat oleh sinergi pelaku industri, termasuk holding tambang MIND ID, dalam integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir.
Baca Juga
"18 proyek ini akan menciptakan 276.800 lapangan kerja berkualitas. Dengan investasi Rp 618 triliun. Ini tahun ini akan kita mulai," kata Presiden Prabowo Subianto saat taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, dikutip Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan hilirisasi menjadi motor industrialisasi baru yang akan menggerakkan investasi dan penciptaan pekerjaan berkualitas.
Ia menilai pembangunan industri pengolahan menjadi langkah strategis untuk mengubah pola ekonomi berbasis ekspor bahan mentah menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi. Pemerintah mendorong pengembangan smelter bauksit, nikel, dan tembaga serta integrasi industri turunannya agar rantai nilai tetap berada di dalam negeri.
Integrasi rantai pasok industri
Program hilirisasi mencakup pengembangan industri berbasis mineral, energi, perikanan, dan perkebunan yang saling terhubung. Smelter aluminium dari bauksit, produksi stainless steel berbasis nikel, serta industri turunan tembaga menjadi bagian dari penguatan ekosistem manufaktur. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya, memperbesar margin, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Dalam sektor energi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan kilang minyak dan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether atau DME, bahan bakar alternatif pengganti LPG. Hilirisasi dinilai mampu menahan impor energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas domestik.
"Kita akan bangun kilang minyak. Masa minyak kita, kita kirim keluar ke kilang minyak, habis itu kita impor lagi," tegas Prabowo.
Pemerintah menegaskan pendekatan investasi kini berubah dari mencari pendanaan eksternal menjadi membuka ruang kolaborasi yang setara dengan investor. Skema kerja sama difasilitasi melalui Danantara Indonesia sebagai kendaraan investasi nasional untuk mempercepat proyek hilirisasi lintas sektor.
"Sekarang kita tidak ke luar negeri minta-minta investasi, kita mengajak dan kita punya kemampuan sekarang. Yang harus kita mulai, kita laksanakan adalah hilirisasi. Hilirisasi tahun ini ada 18 proyek prioritas 2026," ujar Prabowo.
Baca Juga
Transformasi Tambang, Hilirisasi Angkat Daya Saing Industri Nasional
Transformasi ini menempatkan hilirisasi sebagai fondasi industrialisasi baru Indonesia. Bagi BUMN tambang, strategi tersebut bukan hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi membangun model bisnis berbasis nilai tambah melalui pengolahan, manufaktur, dan integrasi rantai pasok. Dampaknya terlihat pada potensi peningkatan profitabilitas, ketahanan industri, serta valuasi perusahaan dalam jangka panjang.
Ke depan, keberhasilan proyek hilirisasi akan sangat ditentukan oleh kecepatan eksekusi, kepastian regulasi, serta kesiapan teknologi dan sumber daya manusia. Pemerintah memandang kombinasi faktor tersebut sebagai kunci untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kekuatan industri nasional yang berkelanjutan.

