Transformasi Tambang, Hilirisasi Angkat Daya Saing Industri Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Hilirisasi menjadi mesin pencipta nilai baru bagi BUMN tambang ketika holding industri pertambangan mempercepat proyek smelter bauksit, nikel, dan tembaga serta integrasi rantai pasok untuk mengubah komoditas mentah menjadi aset industri bernilai tinggi.
Holding industri pertambangan milik negara MIND ID mencatat kemajuan signifikan sepanjang 2025 dalam pengoperasian proyek hilirisasi strategis yang memperkuat kinerja bisnis sekaligus mendorong transformasi sektor pertambangan menuju industri berbasis nilai tambah.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch Ferdy Hasiman menilai perubahan arah model bisnis holding tersebut semakin terlihat jelas. Ia melihat pergeseran dari aktivitas ekstraktif menuju ekosistem industri terintegrasi menjadi fondasi penting penguatan industri tambang nasional.
“Di 2025, MIND ID sudah menunjukkan langkah progresif yang sangat berarti. Mereka mulai meninggalkan pola lama pertambangan ekstraktif dan tampil sebagai garda terdepan dalam menekan defisit neraca pembayaran melalui hilirisasi berbagai komoditas mineral,” ujar Ferdy Hasiman, Minggu (15/2/2026).
Ia menyoroti proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah sebagai salah satu pengubah arah bisnis Grup MIND ID. Proyek yang digarap PT Borneo Alumina Indonesia tersebut mengintegrasikan hilirisasi bauksit dari hulu hingga hilir sehingga mampu memenuhi kebutuhan alumina domestik yang sebelumnya bergantung pada impor.
Baca Juga
Wujudkan Kemandirian Energi Nasional, MIND ID–Pertamina Perkuat Kolaborasi Hilirisasi Batu Bara
Beroperasinya SGAR meningkatkan kapasitas produksi alumina nasional dan memperkuat struktur industri. Dampaknya tidak hanya menekan impor, tetapi juga menciptakan kepastian pasokan bahan baku bagi sektor strategis seperti otomotif dan petrokimia.
Selain alumina, Ferdy menilai keterlibatan anggota Grup MIND ID seperti PT Aneka Tambang Tbk dan PT Vale Indonesia Tbk dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik menjadi tonggak transformasi industri mineral nasional.
Investasi Antam bersama Indonesia Battery Corporation serta progres proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL), teknologi pengolahan nikel kadar rendah menggunakan tekanan dan suhu tinggi, di Pomalaa yang telah mencapai 41,72% dinilai menjadi pendorong utama industrialisasi berbasis mineral strategis.
Dengan fondasi proyek yang semakin kuat, Ferdy menilai MIND ID sedang mempersiapkan langkah menuju status perusahaan berkelas global. Integrasi smelter, pemurnian, dan manufaktur dipandang mampu meningkatkan nilai tambah dan memperluas kontribusi ekonomi industri tambang nasional.
Ia menilai hilirisasi bukan lagi sekadar pembangunan fasilitas fisik, melainkan strategi value creation jangka panjang yang memengaruhi margin bisnis, daya saing produk, dan valuasi perusahaan di pasar global.
Baca Juga
Hilirisasi Tambang Dorong Nilai Tambah, Peran MIND ID dan Perminas Dibedakan
Meski demikian, Ferdy mengingatkan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah yang seimbang agar proses hilirisasi berjalan berkelanjutan. Ia menilai desain fiskal dan industri harus dirancang matang untuk menjaga stabilitas investasi sektor tambang yang menanggung kebutuhan modal besar.
“Pemerintah jangan hanya memberi perintah, tetapi juga harus memiliki desain industri yang jelas. Jangan sampai produk smelter MIND ID berhenti sebagai produk antara. Hilirisasi harus dilanjutkan hingga industri manufaktur seperti baja nirkarat atau komponen otomotif agar multiplier effect-nya benar-benar berlipat ganda,” pungkas Ferdy.

