Danantara Sebut 'Merger' BUMN Tak Rugikan Karyawan, Justru Bisa Genjot Kapitalisasi Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menilai langkah penggabungan usaha atau merger perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar, meskipun secara jumlah entitas BUMN akan berkurang.
Chief Operating Officer Danantara yang juga Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan, konsolidasi akan mendorong efisiensi operasional perusahaan.
“Tambah tinggi dong (kapitalisasi pasar). Karena kan menjadi efisien. Labanya meningkat. Tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik,” kata Dony kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia juga memastikan proses merger tidak akan merugikan karyawan. Seluruh pegawai disebut akan tetap diakomodasi dalam entitas baru hasil konsolidasi.
“Karyawan akan diabsorpsi di perusahaan hasil konsolidasi. Tidak perlu khawatir, pasti kami pikirkan yang terbaik untuk masyarakat dan Indonesia,” imbuhnya.
Baca Juga
WIKA Serahkan Kajian Merger BUMN Karya, Tunggu Keputusan Danantara Indonesia
Sebelumnya, Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani menyebut kontribusi BUMN di pasar modal cukup signifikan. Ia mengungkapkan sekitar 30% dari total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia berasal dari perusahaan pelat merah.
“Dan kalau kita lihat lebih dalam lagi hampir 30% dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Menurut dia, posisi Danantara menjadi strategis dalam mendorong penguatan tata kelola dan transparansi di pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan proses merger dan konsolidasi BUMN karya dapat rampung pada semester II atau periode Juli–Desember 2026. Tahapan ini merupakan fase akhir setelah penyehatan keuangan dan restrukturisasi yang dijalankan dalam dua tahun terakhir.
Dony menjelaskan, pembenahan laporan keuangan serta pengakuan penurunan nilai aset (impairment) dilakukan lebih dahulu sebelum memasuki tahap konsolidasi.
“Setelah sehat semua, kami lakukan konsolidasi. Tahun ini harus selesai,” ujar Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
BP BUMN Bidik Kajian Merger BUMN Karya Rampung Desember 2025, Intip Opsinya
Ia menambahkan, penurunan beban utang dan penataan ulang model bisnis menjadi prasyarat utama sebelum penggabungan BUMN karya dilakukan. Pemerintah ingin memastikan entitas hasil merger memiliki struktur keuangan yang lebih solid.
Adapun skema awal pembentukan tiga holding BUMN karya telah diumumkan. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan digabung dengan PT PP (Persero) Tbk. Selanjutnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk direncanakan menjadi induk bagi Brantas Abipraya dan Nindya Karya. Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal dilebur ke PT Hutama Karya (Persero).

