WIKA Serahkan Kajian Merger BUMN Karya, Tunggu Keputusan Danantara Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memastikan telah menyerahkan seluruh hasil kajian terkait rencana merger BUMN Karya kepada Danantara Indonesia. Setelah dokumen tersebut disampaikan, perseroan kini menantikan arahan lebih lanjut mengenai skema penggabungan yang akan ditetapkan.
Senior Manager of Corporate Relations WIKA, William Lie, mengungkapkan bahwa proses komunikasi dan koordinasi terus berjalan intensif. “Hampir setiap minggu kami rapat bersama. Kami sudah mengumpulkan data-data untuk proses integrasi, dilakukan juga kajian oleh konsultan independen. Saat ini semua kajian telah disampaikan, dan kami menunggu arahan selanjutnya,” ujarnya saat Site Visit Proyek Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi, Bogor, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga
William menegaskan bahwa penentuan waktu merger berada sepenuhnya di tangan Danantara Indonesia. Menurutnya, pemetaan fungsi masing-masing BUMN Karya telah dilakukan sebagai bagian dari tahap persiapan integrasi.
“Untuk waktunya, mungkin lebih tepat ditanyakan kepada Danantara. Fungsi dari masing-masing BUMN Karya sudah terpetakan, dan Danantara tinggal menentukan skema,” jelasnya.
Ia menilai rencana merger justru berpotensi memberikan dampak positif bagi WIKA. “Kami melihatnya dari sisi yang cukup positif,” katanya.
Baca Juga
BP BUMN Bidik Kajian Merger BUMN Karya Rampung Desember 2025, Intip Opsinya
Sebelumnya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), anak usaha WIKA, memperkirakan proses merger BUMN Karya dapat rampung pada akhir 2026. Namun WEGE menegaskan masih menunggu arahan resmi dari induk usaha. “Dari WIKA sudah ada tim merger, tetapi waktunya belum ada update. Perkiraan range waktu mungkin sampai akhir 2026,” ujar Corporate Secretary WEGE, Purba Yudha Tama.
Di sisi lain, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menyampaikan bahwa kajian merger BUMN Karya masih berlangsung, dengan target penyelesaian pada Desember 2025. BP BUMN bekerja sama dengan tim Danantara Indonesia untuk memastikan proses integrasi berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan.

