KUR Perumahan Capai Rp 3,547 Triliun Awal 2026, 49% Disalurkan BRI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi kredit usaha rakyat (KUR) perumahan sepanjang 1 Januari hingga 7 Februari 2026 mencapai Rp 3,547 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 49% disalurkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menyebut, capaian tersebut menunjukkan kontribusi signifikan BRI dalam penyaluran KUR perumahan pada awal tahun ini. “KUR Perumahan Rp 3,547 triliun. Rp 1,774 triliun atau 49%-nya BRI,” papar Sri saat pertemuan dengan direksi BRI di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, perseroan menargetkan penyaluran KUR perumahan sebesar Rp 8 triliun sepanjang 2026.
“Strateginya adalah pertama customerbase kita kan besar. Kemudian, cabang kita kan banyak. Jadi, organisasi BRI itu kan besar, ada kantor pusat, regionaloffice, areaoffice, dan juga ada cabang-cabang,” ujar dia.
Baca Juga
Toyota Luncurkan New Veloz Hybrid Termurah, Harga mulai Rp300 Jutaan
Ia menjelaskan, optimalisasi jaringan dan basis nasabah akan menjadi kunci pencapaian target tersebut, termasuk melalui skema cross-selling kepada nasabah eksisting.
“Ya, nanti dari sebagian nasabah yang ada di masing-masing cabang, ini kan satu bisa cross-selling untuk yang terima bansos (bantuan sosial), misalnya. Karena rekeningnya kan ada di kita juga atau nanti di daerah sekitar sana, di pedesaan, karena BRI ini ada di pedesaan, jadi lebih mudah untuk menjangkau target yang Rp 8 triliun tadi,” jelas Hery.
Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membidik penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi sebanyak 60.000 unit pada 2026. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi penyaluran KPR subsidi pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, pada 2025 BRI menyalurkan sekitar 36.000 unit KPR subsidi. Jumlah tersebut melonjak 100% dibandingkan realisasi 2024 yang berada di kisaran 16.000 unit.
“KPR subsidi tadi kita sudah sampaikan, sudah dikasih target baru. Tahun lalu kita menyalurkan sekitar 36.000 (unit), tahun ini mungkin 60.000 (unit) ya,” ungkap Hery saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Sejalan dengan itu, target nasional rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026 ditetapkan tetap sebanyak 350.000 unit, sama seperti target tahun 2025.
Hery menuturkan, peningkatan penyaluran KPR subsidi BRI pada 2025 turut diiringi nilai pembiayaan mencapai lebih Rp 16 triliun. Ia menyebut capaian tersebut menjadi dasar optimisme perseroan untuk kembali meningkatkan penyaluran pada tahun berikutnya.
“Kita bersyukur bahwa pada 2025 lalu, Desember, peningkatannya adalah 100%, dan kita sudah menyalurkan lebih Rp 16 triliun pembiayaan rumah bersubsidi,” ujarnya.

