MRT East-West Trase Thamrin–Senen Mulai Konstruksi Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan pembangunan MRT lintas Timur-Barat (East-West Line) trase Medan Satria hingga Tomang sepanjang 25 kilometer (km) mulai dikerjakan tahun ini.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, pada tahap awal perseroan akan memulai konstruksi untuk paket pekerjaan di trase bawah tanah wilayah Thamrin hingga Senen.
“Tahun ini kita awali dengan pembangunan paket 104 dan 109 untuk Thamrin dan arah ke Senen, underground. Kemudian untuk pembangunan depo yang ada di kawasan Rorotan,” ungkap Tuhiyat di Blok M Hub Gojek, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Lampaui Target, Progres MRT Jakarta Fase 2A HI–Kota Tembus 58,89%
Di sisi lain, MRT Jakarta juga membuka komunikasi dengan seluruh pemerintah daerah (pemda) di wilayah penyangga Jakarta guna mempercepat konektivitas antardaerah.
“Di samping itu, kami juga membuka komunikasi intensif dengan wilayah penyangga untuk bisa mempercepat konektivitas antarwilayah sehingga tidak terjadi kemacetan total yang ada di Jakarta,” ucap Tuhiyat.
MRT Jakarta mengungkapkan rencana pembangunan MRT lintas Timur–Barat fase 1 tahap 1 rute Tomang–Medan Satria yang akan menghubungkan Jakarta Barat dengan Kota Bekasi, Jawa Barat telah memasuki tahap lelang pada 2026.
“Jadi yang area pertama yang akan dibangun adalah kita sebut fase 1 tahap 1, ini di dalam wilayah Jakarta, itu ruasnya dari Tomang sampai dengan Medan Satria,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina beberapa waktu lalu.
Weni menyampaikan, MRT Jakarta telah melakukan marketsounding pada akhir 2025 dengan mengundang sejumlah kontraktor utama, mulai Jepang dan perusahaan asing lainnya.
“Insyaallah kita juga akan memulai lintas Timur–Barat. Beberapa waktu lalu pada akhir 2025 kita juga sudah mengadakan marketsounding, mengundang beberapa maincontractor, khususnya dari Jepang maupun internasional lainnya, dan insyaallah kita sudah memulai tender pengadaannya di tahun ini,” jelasnya.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) dan MRT Jakarta Jajaki Koridor Kembangan–Balaraja
Dari sisi teknis, lanjut Weni, panjang rute MRT Tomang–Medan Satria direncanakan sekitar 24,5 kilometer (km). Selain lintas utama, akan dibangun jalur khusus sepanjang 5,7 km yang berfungsi menghubungkan jalur MRT dengan depo di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.
Menurut Weni, konstruksi lintas MRT Timur–Barat ini akan terbagi menjadi jalur layang (elevated) dan jalur bawah tanah (underground). Jalur layang direncanakan berada di trase Tomang–Grogol, serta dari kawasan Pakulonan hingga Cakung Barat dan Medan Satria. Sementara itu, jalur bawah tanah akan dibangun pada sejumlah segmen.
“Ini nanti yang menjadi area section underground, dari arah Roxy CP102 sampai dengan Cideng ini CP103, lalu masuk ke Thamrin ke Kwitang ini CP104, Kwitang ke Galur ini CP105, dan terakhir tadi di depo Rorotan itu di CP109,” paparnya.
Seiring pembangunan MRT lintas Timur–Barat tersebut, MRT Jakarta juga menyiapkan pengadaan sarana dan sistem perkeretaapian. Untuk melayani operasional lintas Tomang–Medan Satria, dibutuhkan sekitar 24 hingga 25 rangkaian kereta (trainset).
“Untuk mengoperasikan dari Tomang sampai Medan Satria ini kita butuh kurang lebih 24 sampai 25 trainset. Nanti kita lihat skema cadangan operasinya. 24–25 trainset ini adalah untuk melayani lima menit headway,” imbuh Weni.
Terkait kebutuhan anggaran, Weni menyebutkan, satu trainset menelan sekitar Rp 300 miliar. “Untuk satu trainset, enam gerbong, itu di sekitar Rp 300-an miliar. Itu sudah termasuk seluruh perangkat yang ada di dalam (rangkaian kereta, red),” tutupnya.

