KAI Ungkap Skytrain ke Sentul Bukan Trase Utama LRT Jabodebek
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek mengungkapkan, rencana pembangunan skytrain ke arah Sentul tidak termasuk dalam trase utama light rail transit (LRT) Jabodebek.
''Skytrain sih sebenarnya, kalau melihat yang disampaikan pak Menteri (Perhubungan) kan tidak berhubungan dengan LRT,'' kata Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi dikutip Jumat (21/3/2025).
Purnomosidi menjelaskan, pihaknya masih mengkaji pembangunan fase II yakni trase Harjamukti - Baranangsiang.
''LRT itu nanti akan kita kejar ke fase II-nya, ke Baranangsiang,'' jelasnya.
Dia turut menerangkan, proyek skytrain tersebut nantinya akan dibangun dengan trase Sentul City - Sentul Selatan.
''Untuk skytrain itu sebenarnya hub atau feeder dari Sentul City ke arah Sentul Selatan. Kira-kira nama stasiunnya Sentul Selatan begitu,'' imbuh Purnomosidi.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah berupaya membangun proyek kereta feeder atau skytrain yang menghubungkan kawasan Sentul dengan Stasiun Harjamukti LRT Jabodebek dan kawasan Serpong ke Stasiun Lebak Bulus MRT Jakarta.
Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025) lalu.
“Kita buka kepada siapa pun (proyek skytrain ini), nanti kita lihat proposal yang masuk ke kita. Yang penting kita ingin mencoba angkutan seperti itu bisa dibuka untuk swasta,” katanya.
Terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal mengatakan, kedua proyek itu akan digarap melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) unsolicited alias investasi swasta murni. Kedua proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS).
“Mereka (pihak swasta) sudah mengajukan permohonan letter of intent untuk membangun skytrain. Jadi, FS dari mereka nanti kita menyusun piloting-nya,” ucap dia.
Sebagai informasi, Kemenhub berencana membangun dua skytrain sebagai feeder MRT Jakarta dan LRT Jakarta. Kedua skytrain ini akan berada di Sentul untuk terhubung ke LRT Jabodebek dan di Tangerang yang terhubung ke MRT Jakarta.
Kedua proyek yang dikaji ini ditawarkan ke swasta dengan penekanan tanpa penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Risal menjelaskan, setidaknya ada empat investor yang berminat untuk menggarap pembangunan skytrain tersebut, di antaranya dari Belarusia, Jerman, dan dua investor dari China.
“Kami tengah minta kajian dari mereka, nanti kita buat investor gathering,” ungkap dia.
Risal menambahkan, pembangunan skytrain ini memakan biaya hingga Rp 200 miliar per kilometer. Namun demikian, dia belum dapat memastikan kapan dimulainya pembangunan kedua proyek skytrain itu.
“Pembangunan (skytrain) ini hanya memakan waktu 6 bulan,” katanya.

