Kontribusi Ekonomi Terus Naik, Agincourt Setor Rp 1,1 Triliun Pajak hingga November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Agincourt Resources (PTAR) mencatat peningkatan kontribusi ekonomi pada 2025 setelah membayar pajak Rp 1,1 triliun hingga November, di tengah perbaikan pasar dan kinerja perusahaan yang turut mendorong belanja lokal serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
.
Selain pajak, perusahaan yang mengelola tambang emas Martabe di Sumatra Utara itu juga telah menyetorkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 1,5 triliun, membagikan dividen kepada badan usaha milik daerah sebesar Rp 183 miliar, serta menyalurkan dana program pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 45 miliar. "Seluruh setoran tersebut terjadi hingga November 2025," demikian dikutip dalam materi perseroan.
Jika ditotal, kontribusi PTAR kepada berkisar hingga Rp 2,8 triliun.
Manajemen PT Agincourt Resources dikutip Selasa (3/2/2026) menyatakan kontribusi tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja operasional dan stabilitas pasar komoditas yang mendukung kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban fiskal sekaligus memperluas dampak ekonomi ke daerah.
.
Dari sisi belanja dalam negeri, tingkat komponen dalam negeri PTAR tercatat sebesar 22% pada periode Januari hingga Desember 2024. Perusahaan juga melibatkan 56 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta kontraktor lokal dalam rantai pasoknya, yang mencakup sektor manufaktur, pertanian, hingga jasa pendukung tambang.
Data transaksi menunjukkan nilai belanja PTAR dengan badan usaha milik negara (BUMN) pada 2024 mencapai Rp 468 miliar, meningkat dibandingkan Rp 334 miliar pada 2023 dan Rp 348 miliar pada 2021. Tren tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperluas kemitraan dengan entitas domestik.
Baca Juga
Sementara itu, total pembelian lokal juga mengalami kenaikan signifikan. Nilainya mencapai Rp 146 miliar pada 2024, naik dari Rp 135 miliar pada 2023 dan hampir tiga kali lipat dibandingkan Rp 58 miliar pada 2020. Kenaikan ini terjadi seiring perluasan basis pemasok lokal yang terlibat dalam kegiatan operasional tambang.
.
Program pemberdayaan masyarakat PTAR menyasar beragam sektor ekonomi produktif. UMKM binaan perusahaan mencakup industri batik, makanan ringan, dan beras organik, sementara sektor pertanian dan perikanan dikembangkan melalui pendampingan petani semangka, usaha pertanian terpadu, serta tambak dan peternakan ikan.
Selain sektor pangan, perusahaan juga membina pelaku industri kreatif, termasuk perias wajah dan pelaku ekonomi berbasis budaya lokal. Pendekatan ini ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar tambang agar tidak semata bergantung pada aktivitas pertambangan.
Dikutip dari situs resmi PTAR, sejak Juli 2025, PTAR telah menggelontorkan dana sebesar Rp5,97 miliar untuk mendukung pendidikan 569 siswa warga setempat. PTAR meluncurkan Program Beasiswa Martabe Prestasi 2025 dan berhasil mengantarkan para siswa untuk menembus universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Politeknik Astra.
.
Sekitar 95% saham Agincourt dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara yang merupakan anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara (Pama) dan PT United Tractor Tbk (UNTR), yang merupakan anak usaha Astra Internationa Tbk (ASII). Konstruksi tambang tersebut dimulai sejak 2008 dan produksi dimulai pada 2012. Total area konsesi yang mencakup tambang emas Martabe tercantum dalam Kontrak Karya (KK) 30 tahun generasi keenam antara PTAR dan pemerintah.
Baca Juga
Soal Pencabutan Izin PT Agincourt, IMA Ingatkan Pentingnya Jaga Investasi Tambang
Luas awal yang ditetapkan pada 1997 tercatat selebar 6.560 km persegi (km2), tetapi dengan beberapa pelepasan kini menjadi 130.252 hektare (ha) yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal.
Area operasional tambang emas Martabe dalam konsesi tersebut terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan luas area 509 ha per Januari 2022.

