Lampaui Target, Freeport Setor Kontribusi US$ 4,1 Miliar ke Negara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan kontribusi kepada negara pada 2025 bakal melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Dari target US$ 3,7 miliar, PTFI menegaskan siap menyetor US$ 4,1 miliar sepanjang tahun ini.
Direktur Utama PTFI Tony Wenas menjelaskan, meski produksi tembaga dan emas mengalami penurunan signifikan, lonjakan harga komoditas global membuat pendapatan perusahaan tetap kuat—bahkan melampaui proyeksi awal.
Baca Juga
Dalam RKAB 2025, harga tembaga diperkirakan sebesar US$ 3,75 per pound. Namun realisasi harga sudah mencapai US$ 4,46 per pound, sehingga meskipun produksi baru mencapai 70% dari target, pendapatan tembaga tetap meningkat hingga 19%.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas emas. Proyeksi harga emas dalam RKAB berada di level US$ 1.900 per ounce, namun harga aktual sudah menyentuh US$ 4.300 per ounce. Rata-rata realisasi sepanjang 2025 juga tinggi, di kisaran US$ 3.400 per ounce, jauh di atas asumsi kuartal II sebesar US$ 3.000 per ounce.
“Kenaikan harga ini mendorong pendapatan emas naik sekitar 80%, meskipun produksinya turun hampir separuh,” kata Tony dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Senin (24/11/2025).
Dengan kombinasi kenaikan harga tembaga dan emas, PTFI memperkirakan pendapatan perusahaan tahun ini dapat menembus US$ 8,5 miliar, atau hanya turun 18% dari target RKAB yang sebesar US$ 10,4 miliar, meski produksi tembaga diprediksi turun 30% dan emas merosot 50%.
Baca Juga
Bahlil Targetkan Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Maret-April 2026
Kontribusi kepada negara juga dipastikan meningkat signifikan. Dari target penerimaan negara sebesar US$ 3,7 miliar, proyeksi terbaru menunjukkan potensi setoran mencapai US$ 4,1 miliar hingga akhir 2025. Penerimaan tersebut bersumber dari PPh badan, PNBP, dividen, serta tambahan cicilan pajak atas kinerja 2024.
“Karena adanya tambahan pembayaran cicilan PPh badan dan kenaikan harga komoditas, kontribusi kami ke negara tahun ini diperkirakan melebihi alokasi RKAB,” tegas Tony.

