KAI Siapkan Infrastruktur untuk Pengadaan 30 'Trainset' Rp 5 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan infrastruktur perkeretaapian seiring rencana pembelian 30 rangkaian kereta atau trainset baru yang dianggarkan Presiden Prabowo Subianto sekitar Rp 5 triliun. Persiapan dilakukan tidak hanya pada pengadaan sarana, tetapi juga pada kesiapan jaringan pendukung agar pengoperasian kereta dapat optimal.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah mendorong agar rencana pengadaan tersebut dapat segera direalisasikan oleh KAI selaku operator jaringan perkeretaapian di Indonesia.
“Kita berharap KAI bisa cepat merealisasikan, karena Presiden sudah menyampaikan kepada masyarakat,” kata Dudy saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, saat ini perseroan masih menggodok perencanaan dan desain jaringan kelistrikan untuk penambahan puluhan trainset tersebut. “Ya, lagi berprogres lah. Pertama, tentunya desainnya. Nah, desainnya ini tidak hanya kereta, namun juga jaringannya kita lihat desain secara keseluruhan,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, pengadaan trainset akan disesuaikan dengan komitmen yang telah disampaikan sebelumnya seusai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada November lalu. “Pokoknya akan sesuai dengan janji waktu itu segera deh,” tegas Bobby.
Terkait pengadaaan, Bobby menyebut KAI mengupayakan agar delivery dapat berjalan mulai tahun ini. “Tahun ini kita usahakan ya,” tutur dia.
Lebih lanjut, KAI menegaskan akan mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan mengutamakan industri nasional dalam pengadaan 30 trainset baru. “Tentunya kan waktu itu kita janji, TKDN-nya dioptimalkan. Jadi kita mengutamakan industri dalam negeri,” ungkap Bobby.
Bobby memaparkan kondisi armada hasil produksi PT Industri Kereta Api (Inka) yang saat ini sudah dan akan dioperasikan. “Nah, itu ada empat sekarang beroperasi dari Inka. Ada dua lagi yang kita segera operasikan. Kemudian, ada enam lagi yang akan segera dalam pengiriman sampai Februari 2026,” jelas dia.
Baca Juga
Libur Panjang Isra Mikraj 2026, 88.000 Penumpang Tinggalkan Jakarta via Kereta Api
Dengan kondisi tersebut, KAI menargetkan pada Maret atau April 2026 dapat mengoperasikan 12 trainset produksi Inka yang dikombinasikan dengan 11 trainset asal perusahaan China, yakni CRRC Sifang. “Berarti, pada Maret-April itu kita akan mengoperasikan 12 (trainset) yang Inka plus dengan 11 (trainset) yang China,” papar Bobby.
Namun demikian, dia belum dapat memastikan apakah seluruh 30 trainset atau sebagian rangkaian dapat terealisasi pada semester I 2026. “Belum bisa, kan yang namanya bikin kereta membutuhkan waktu. Kemudian jaringan LAA (listrik aliran atas)-nya juga kita harus tingkatkan,” kata Bobby.
Bobby menyebut peningkatan infrastruktur menjadi bagian penting sebelum pengoperasian armada baru, termasuk penguatan jaringan listrik aliran atas (LAA) dan sistem persinyalan. “Jadi tidak hanya itu (trainset baru), jaringan LAA-nya juga harus kita tingkatkan, (sistem) persinyalannya juga kita harus tingkatkan,” imbuh dia.
Pada commuter line lintas Rangkasbitung, lanjut Bobby, peningkatan infrastruktur diharapkan dapat menambah kapasitas dan memangkas waktu tunggu antarkereta (headway).
“Sekarang (headway-nya) 5–10 menit. Kalau LAA-nya kita tingkatkan, SF-nya bertambah dari 8–10 (gerbong) jadi 12 (gerbong). Plus dengan nanti block-nya kita tambah atau kita bikin moving block, kan nanti headway-nya bisa kayak LRT (Jabodebek), bisa 3–4 menit sehingga kapasitasnya bisa naik dua kali,” kata Bobby.
Baca Juga
Presiden Prabowo Subianto akan mengucurkan anggaran sekitar Rp 5 triliun kepada PT KAI untuk penambahan 30 trainset. Hal itu diungkapkan Prabowo usai meninjau Stasiun Manggarai dan meresmikan Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025).
Kepala Negara menyebut, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin telah mengajukan dana tambahan rangkaian kereta. Dana yang diperlukan untuk pengadaan satu rangkaian berisi 12 gerbong mencapai US$ 9 juta atau setara Rp 150,3 miliar. “Beliau (Dirut KAI) mengajukan Rp 4,8 triliun, tapi saya setujui Rp 5 triliun,” kata Prabowo beberapa waktu lalu.

