KAI Commuter Angkut 400,997 Juta Penumpang pada 2025
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) membukukan jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) secara nasional sebanyak 400.997.610 orang sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 7,08% secara year on year (YoY) dibandingkan capaian 2024 yang tercatat sebanyak 374.484.307 penumpang.
Direktur Utama KAI Commuter, M Purnomosidi mengatakan, peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh wilayah layanan KAI Commuter. “Pertumbuhan volume pengguna terjadi di seluruh area layanan KAI Commuter,” kata dia dalam konferensi pers di Commuterline Hall, kantor pusat KAI Commuter, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Juga
KAI Commuter Pastikan 12 Trainset Inka Tiba Juni 2026, Operasi Mulai Juli
Di wilayah Jabodetabek, lanjut Purnomosidi, jumlah penumpang KRL atau Commuter Line mencapai 349.311.251 orang. Sementara itu, Area I Merak melayani 4.463.498 penumpang dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) mencatat 2.347.314 penumpang.
Adapun Area II Bandung mencatat jumlah penumpang sebanyak 18.727.224 orang. Wilayah VI Yogyakarta melayani 10.131.789 penumpang, sedangkan Wilayah VIII Surabaya membukukan 16.016.534 penumpang sepanjang 2025.
“2025 menjadi momentum penguatan konektivitas. Kami mengoperasikan total 1.294 perjalanan setiap harinya untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar,” ucap Purnomosidi.
Perincian perjalanan harian tersebut terdiri dari 1.065 perjalanan di Jabodetabek, 14 perjalanan di Area Merak, dan 70 perjalanan Commuter Line Basoetta. Sementara Area II Bandung mengoperasikan 58 perjalanan per hari, Area VI Yogyakarta sebanyak 37 perjalanan, dan Area VIII Surabaya sebanyak 50 perjalanan per hari.
Baca Juga
Pemprov DKI Targetkan Stasiun KRL JIS Resmi April 2026, KAI Ungkap Kabar Terbaru
KAI Commuter juga mencatat tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) selama 2025 sebesar 99,3% untuk keberangkatan dan 98,8% untuk kedatangan. “KAI Commuter terus menjaga keandalan operasional dengan tingkat ketepatan waktu yang konsisten sepanjang 2025,” ujar Purnomosidi.
Di Jabodetabek, KRL lintas Bogor mencatatkan jumlah penumpang tertinggi, yakni 153.538.393 orang. Disusul, KRL lintas Cikarang dengan total 85.936.774 penumpang.
Sementara itu, Stasiun Manggarai tercatat sebagai stasiun transit terpadat dengan jumlah pengguna mencapai 57.517.269 orang, serta Stasiun Tanah Abang sebanyak 44.062.572 orang.
Selain capaian jumlah penumpang, KAI Commuter juga menyoroti dampak reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg yang kembali beroperasi sejak akhir 2024. Menurut Purnomosidi, setelah satu tahun beroperasi, reaktivasi stasiun tersebut memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar stasiun.
“Hal ini tergambar dari hasil survei dan penelitian terkait perubahan sosial, ekonomi, dan tata lingkungan masyarakat seusai satu tahun reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg yang dilakukan KAI Commuter bersama mitra peneliti,” tutur Purnomosidi.
KAI Commuter saat ini melayani perjalanan Commuter Line di 217 stasiun di wilayah aglomerasi dari barat Pulau Jawa hingga Surabaya. Purnomosidi turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh segmen masyarakat dan stakeholder atas dukungan serta kerja sama untuk menjaga ekosistem transportasi massal perkeretaapian.
“Tahun 2025 menjadi barometer bagi kami untuk terus berinovasi. Pada 2026, kami memproyeksikan volume penumpang akan terus meningkat dan telah menyiapkan strategi penambahan sarana serta peningkatan kapasitas infrastruktur,” tutup dia.

