Kemenkomdigi Pastikan Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Digelar pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investrotrust.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz digelar pada 2026. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari lelang spektrum 1,4 GHz yang sudah dirampungkan pada 2025 dan merupakan bagian dari strategi percepatan pemerataan layanan internet nasional.
Dirjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Wayan Toni Supriyanto menyampaikan bahwa pelepasan spektrum tersebut telah masuk agenda kebijakan pemerintah tahun depan. “Kami juga akan menyiapkan kebijakan pelepasan spektrum lainnya, yaitu lelang pita 700 MHz yang direncanakan pada 2026,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI di Senayan, Senin (26/1/2026).
Baca Juga
Lelang Spektrum 5G 2026 Diproyeksi Dongkrak Investasi, Pusat Data, dan Tenaga Kerja Digital
Spektrum 700 MHz diprioritaskan untuk memperluas layanan mobile broadband di wilayah dengan tantangan geografis, sekaligus mendukung pengembangan jaringan 5G secara lebih merata di luar kawasan perkotaan. Adapun spektrum 2,6 GHz difokuskan untuk peningkatan kapasitas dan kecepatan layanan mobile broadband nasional, didukung ekosistem perangkat 4G dan 5G yang telah mapan secara global.
“Disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan mobile broadband guna mendukung target kecepatan unduh hingga 100 Mbps pada tahun 2029,” jelas Wayan.
Menurut data 2025, rata-rata kecepatan mobile broadband nasional berada di kisaran 63,51 Mbps. Kemenkomdigi menargetkan kecepatan rata-rata di seluruh ibu kota provinsi meningkat menjadi 80 Mbps pada 2026, lebih cepat dibanding target RPJMN yang sebelumnya dipatok pada 2028.
Baca Juga
Menkomdigi Dorong APJII Sediakan Internet Murah di Seluruh Wilayah Indonesia
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, menyampaikan bahwa cakupan jaringan 5G pada 2025 telah mencapai 6,33% dari luas permukiman nasional, melampaui target RPJMN sebesar 4,4%. Pemerintah menargetkan cakupan 5G meningkat menjadi 8,5% pada 2026 seiring pemanfaatan spektrum baru.
Di sisi lain, cakupan 4G pada 2025 telah menjangkau 98,95% populasi penduduk dan ditargetkan meningkat menjadi 99,05% pada 2026. Jangkauan fixed broadband per kecamatan juga ditargetkan naik dari 72,12% atau 5.253 kecamatan pada 2025 menjadi sekitar 82% atau 5.973 kecamatan pada 2026.
Kemenkomdigi turut melanjutkan sejumlah program prioritas, termasuk Program Kampung Internet yang ditargetkan bertambah dari 1.194 titik pada 2025 menjadi 2.194 titik pada 2026. Sementara program internet murah berbasis spektrum 1,4 GHz ditargetkan melayani hingga 10,8 juta rumah tangga hingga 2030.

