Harga Emas Dunia Diproyeksi Tembus US$ 10.000, Ini Sederet Pemicunya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -Prospek harga emas dunia dinilai masih akan melanjutkan tren penguatan dalam jangka panjang. Bahkan, harga emas diproyeksikan berpeluang menembus level US$ 10.000 per troy ons atau setara Rp 168,452 juta (asumsi kurs Rp 16.845) pada 2030 dari saat ini di kisaran US$ 4.900.
Pergerakan harga emas PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam saat ini sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang berhasil menembus level US$ 4.900 per ons untuk pertama kalinya pada Kamis (23/1/2025) waktu Amerika Serikat (AS). Mengutip Reuters, harga emas spot secara intraday bahkan sempat menyentuh level US$ 4.966,59 per troy ons pada hari yang sama.
“Emas itu pada 2030 diperkirakan masuk ke US$ 10.000 per troy ons. Namun, ini masih 4 tahun lagi dari sekarang. Tahun ini saja targetnya US$ 5.400-an (harga) emas,“ kata Co Founder PasarDana Hans Kwee dalam acara Edukasi Wartawan secara daring, Jumat (23/1/2026).
Praktisi pasar modal ini menjelaskan, mengacu pada proyeksi Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas dalam waktu dekat diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan hingga 20%. Prospek tersebut didorong tingginya ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan moneter yang cenderung akomodatif di sejumlah negara, serta ekspektasi pelemahan nilai tukar dolar AS.
“Emas naik karena tensi geopolitik menyebabkan orang cenderung bergerak ke emas. Namun, yang kedua adalah sesudah perang Ukraina-Rusia, dolar Rusia itu dibekukan, sehingga dunia menyadari, kita enggak bisa megang dolar lagi. Kemudian setelah Trump jadi presiden lagi, dunia tahu bahwa perang tarif ini merugikan mereka sehingga mereka tidak mau pegang dolar, beralih ke emas. Ini menyebabkan bank sentral itu beli emas terus,” terang dia.
Baca Juga
Lebih lanjut, Hans menegaskan reli harga emas tidak semata-mata dipicu faktor geopolitik. Menurutnya, terdapat perubahan struktural secara global terkait preferensi terhadap aset lindung nilai, khususnya pergeseran dari dominasi dolar AS. “Kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah meninggalkan dolar dengan memegang emas,” tuturnya.
Di dalam negeri, harga emas terus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam 24 karat hari ini melonjak Rp 90.000 per gram ke posisi Rp 2.880.000 per gram.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Terkoreksi Seusai Cetak Rekor Tertinggi
Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga emas berada di level Rp 1,490 juta. Sementara itu, emas Antam ukuran 10 gram dipasarkan dengan harga Rp 28,295 juta, sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram dibanderol Rp 2,820 miliar.

