Emas Dunia Menguat, Merdeka Gold (EMAS) Diproyeksi Nikmati Sentimen Positif Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) diproyeksikan memasuki fase yang semakin atraktif ke depan. Prospek tersebut ditopang oleh perpaduan katalis fundamental dari internal perusahaan serta sokongan sentimen eksternal yang solid.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai dari sisi internal, mulai terealisasinya target produksi emas pada kuartal I tahun ini menjadi momentum krusial. Capaian tersebut menandai pergeseran EMAS dari sekadar saham berbasis narasi menuju emiten dengan aktivitas produksi yang konkret dan terukur.
"Bagi pasar, realisasi produksi memiliki arti strategis karena akan mulai tercermin pada pendapatan, margin, dan potensi arus kas, sehingga wajar jika investor mulai melakukan penyesuaian valuasi terhadap saham ini," ucap Hendra kepada investortrust.id Selasa, (6/1/2026).
Sementara dari sisi eksternal, kata Hendra, kondisi makro global saat ini sangat kondusif bagi sektor emas. Harga emas dunia sedang berada dalam tren penguatan yang solid, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, serta pergeseran investor dari aset berisiko ke aset lindung nilai.
Baca Juga
Emas Naik 64% dan Perak Hampir 150% Sepanjang 2025, Terbaik Sejak 1979
"Dalam situasi seperti ini, emas kembali dipandang sebagai aset aman utama, sehingga emiten berbasis emas, termasuk EMAS, berpotensi memperoleh limpahan sentimen positif secara berkelanjutan. Selama harga emas global bertahan di level tinggi, prospek saham EMAS cenderung tetap konstruktif," terang Hendra.
Dengan mempertimbangkan realisasi produksi pada kuartal I-2026, sentimen emas global yang masih kuat, serta potensi akumulasi investor menjelang rilis kinerja keuangan, saham EMAS dipandang memiliki prospek positif sepanjang tahun ini.
"Secara pergerakan harga, pasar umumnya mulai mengapresiasi saham emas berbasis produksi dan cadangan, sehingga EMAS berpeluang bergerak menuju level yang lebih tinggi dibandingkan fase sebelum produksi. Sepanjang tidak ada gangguan operasional dan harga emas dunia tetap stabil, saham EMAS berpotensi melanjutkan tren kenaikan secara bertahap," jelas Hendra.
Sejalan dengan penguatan harga emas global, saham-saham emas lain juga masih menarik untuk dicermati. Hendra merekomendasikan saham MDKA tetap relevan untuk strategi trading buy dengan target Rp 2.820. Saham ANTM juga masih atraktif sebagai saham trading, dengan target Rp 3.540.
Untuk saham berkarakter momentum, BRMS layak diperhatikan dengan strategi buy on breakout di level Rp 1.335 dan target Rp 1.500. Adapun saham PSAB masih relevan untuk strategi trading buy dengan target Rp 675.

