Tekanan Indeks Komoditas Tahan Laju Harga Emas Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas tetap stabil pada Kamis (8/1/2026) karena investor menunggu rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS) sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), di tengah tekanan jangka pendek dari penyesuaian indeks komoditas yang membatasi potensi kenaikan. Situasi ini penting karena akan menentukan ekspektasi suku bunga global dan arah investasi pada aset lindung nilai, seperti emas.
Harga emas spot tidak berubah di US$ 4.452,64 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sesi di US$ 4.406,89. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup sedikit lebih rendah di US$ 4.460,70.
Penyesuaian tahunan Indeks Komoditas Bloomberg, yaitu penyesuaian berkala terhadap bobot komoditas untuk menjaga agar indeks tetap selaras dengan kondisi pasar, telah dimulai sejak awal pekan ini. Langkah itu memicu pergeseran alokasi dana oleh manajer investasi dan dapat menekan harga dalam jangka pendek.
Baca Juga
“Emas dan perak akan ada tekanan selama beberapa sesi ke depan saat indeks komoditas tersebut menyesuaikan diri. Setelah situasi mereda pada pertengahan minggu depan, ini akan menjadi peluang bagus bagi mereka yang memiliki posisi terlama untuk kembali masuk ke pasar,” kata ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn dilansir CNBC.
Fokus utama pasar kini tertuju pada data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Jumat (9/1/2026). Survei Reuters memperkirakan penambahan 60.000 pekerjaan pada Desember, dibandingkan 64.000 pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,5% dari 4,6%. Data ini menjadi acuan utama Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali sepanjang 2026. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih kecil.
Sejumlah indikator terbaru memperkuat pandangan bahwa ekonomi Amerika Serikat mulai melambat. Klaim tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pekan lalu, setelah laporan pada Rabu (7/1/2026) menunjukkan lowongan pekerjaan turun lebih dalam dari perkiraan pada November dan pertumbuhan penggajian swasta pada Desember berada di bawah estimasi.
Baca Juga
Harga Emas Dekati Rekor di Tengah Memanasnya Geopolitik Global
Di sisi lain, faktor geopolitik juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Ketegangan kembali meningkat setelah dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela disita di Atlantik. Pada saat yang sama, para pejabat Amerika Serikat dilaporkan membahas tawaran pembayaran sekaligus kepada warga Greenland untuk mendorong pemisahan diri dari Denmark dan membuka peluang aliansi dengan Amerika Serikat.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi alasan yang mendukung prospek emas dalam jangka menengah. Bank HSBC bahkan memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2026, seiring meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan inflasi global.

