Hadapi Perubahan Pasar, Sentra Industri Alas Kaki Diperkuat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM), termasuk pada sentra industri alas kaki yang menghadapi tantangan dinamika ekonomi global dan perubahan perilaku pasar.
Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin menjalankan berbagai kebijakan, program fasilitasi, serta pelatihan dan pendampingan bagi sentra-sentra IKM yang membutuhkan penguatan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa secara umum sentra IKM masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Tantangan yang sering dihadapi sentra IKM antara lain keterbatasan akses permodalan dan pasar, rendahnya literasi manajemen usaha dan keuangan, serta kurangnya inovasi produk.
"Di sisi lain, sentra IKM juga dihadapkan pada perubahan tren pasar yang cepat dan meningkatnya persaingan dengan produk impor", ujar Menperin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga
Purbaya Tetapkan Pekerja Gaji Maksimal Rp 10 Juta per Bulan Bebas Pajak
Salah satu contohnya adalah kondisi sentra IKM alas kaki di Ciomas, Kabupaten Bogor. Dari hasil dialog Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dengan para perajin, diketahui perubahan perilaku konsumen pascapandemi Covid-19 turut memengaruhi kinerja usaha di sentra tersebut.
"Sebagian besar perajin di sentra IKM alas kaki Ciomas merupakan generasi senior yang belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan keterampilan baru. Karena itu, dibutuhkan peran generasi muda yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan perkembangan teknologi," ungkap Reni.
Padahal, industri alas kaki memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenperin menunjukkan bahwa industri alas kaki bersama industri kulit tumbuh sebesar 8,31% (year on year) pada triwulan II tahun 2025.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran sentra IKM alas kaki yang menaungi jumlah pelaku usaha cukup besar. Namun demikian, masih diperlukan berbagai upaya penguatan agar sentra IKM dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
"Kinerja ekspor industri alas kaki Indonesia juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan 11,89% pada periode Januari hingga Agustus 2025, serta menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia sebagai negara eksportir alas kaki," terang Reni.

