Genjot GIG Economy dan AI untuk Gen Z, Pemerintah Siapkan KUR hingga Rp 10 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memperkuat pengembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui peluncuran program pelatihan GIG Economy bagi generasi Z serta soft launching AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan sektor AI di Indonesia saat ini sangat pesat. Ia menyebut ekonomi AI Indonesia tumbuh 127%, dengan aliran investasi mencapai US$ 91 juta pada semester I-2025.
“Dari riset Google, Indonesia menjadi negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN, bahkan salah satu yang tertinggi secara global dengan indeks 24,6. Di Asia kita peringkat keempat, dan nilai pasar AI Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 70,6 miliar,” kata Menko Airlangga.
Baca Juga
Finfluencer dan Dramaturgi Kekayaan: Gen Z Harus Lebih Waspada
Jakarta Creative Hub sendiri disiapkan sebagai pusat pengembangan ekosistem AI dan ekonomi digital. Fasilitas ini akan berfungsi sebagai co-working space yang terintegrasi dengan program pelatihan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. "Saat ini baru satu lantai yang dioperasikan, tetapi memiliki potensi pengembangan hingga enam lantai atau sekitar 7.000 meter persegi," kata Airlangga.
Ekosistem AI ini nantinya bakal melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai Kementerian Ekonomi Kreatif, pemerintah daerah, hingga sektor swasta dan BUMN. Pemerintah menargetkan pengembangan kolaborasi di 15 daerah dengan mitra strategis, seperti Telkom, Jababeka, dan Grup Emtek.
Airlangga menyebut pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi peserta GIG Economy yang mampu menghasilkan produk dan layanan produktif. “Pemerintah menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp 10 triliun. Kami berharap realisasinya bisa dilakukan mulai tahun depan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengaktifkan Jakarta Creative Hub sebagai pusat pengembangan talenta kreatif dan digital. Fasilitas ini dinilai membuka peluang peningkatan keterampilan, kewirausahaan, serta akses pembiayaan dan pasar bagi generasi muda.
“Creative hub ini memberi kesempatan bagi anak muda untuk mendapatkan skill tambahan, menjadi wirausaha, dan memperoleh dukungan akses pendanaan serta pasar,” kata Riefky.
Baca Juga
45% Gen Z Ingin Dapat Hadiah Berupa Aset Kripto hingga Bitcoin Lampaui Mastercard dan Visa
Ia menekankan pentingnya keterlibatan asosiasi ekonomi kreatif, mulai komunitas konten kreator, BUMN, dan sektor swasta. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pengembangan GIG Economy dan AI tidak bersifat sesaat.
Riefky berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemda DKI Jakarta, dan mitra industri dapat terus berlanjut pada 2026. "Kita berharap tahun depan kolaborasi ini bisa melahirkan generasi muda yang juga dekat dengan digital tetapi juga bisa menggunakannya dengan berkualitas, beretika dan tentu juga bisa menghasilkan karya-karya inovasi anak bangsa," tutup Teuku Riefky.

