Injourney Airports Sebut Maskapai Asing Mulai Masuk, Sebagian Belum Beroperasi
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau Injourney Airports menyatakan, sejumlah maskapai asing telah masuk ke Indonesia, tetapi sebagian di antaranya belum mulai beroperasi, seperti Mukhtara Air dan Air Borneo.
Direktur Utama Injourney Airports, M Rizal Pahlevi menyatakan, maskapai asal Timur Tengah tersebut belum mengoperasikan penerbangan meskipun pesawat perdananya Airbus A320 telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada akhir November 2025.
“Beberapa maskapai sudah masuk ke kita, tetapi memang belum beroperasi,” ungkap Rizal saat konferensi pers persiapan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di kantornya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (17/12/2025).
Rizal menyebutkan, salah satu maskapai asing yang telah beroperasi di Indonesia adalah Vietjet Air asal Vietnam, yang melayani rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS).
Baca Juga
Ia menambahkan, Injourney Airports membuka peluang kerja sama dengan maskapai-maskapai baru, tidak terbatas pada maskapai yang saat ini telah beroperasi di 37 bandara yang dikelola perseroan. Upaya menghadirkan maskapai baru tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Penumpang hari ini yang ada di bandara kita 60% dari Asia. Kami ingin bicara untuk bagaimana konektivitas dari Amerika, China, dan Eropa akan lebih banyak,” tandas Rizal.
Mukhtara Air berada di bawah Manazil Al Mukhtara Company Holding dan menempatkan kantor pusat operasionalnya di kompleks City Business Center (CBC) di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Maskapai ini juga menyiapkan kantor perwakilan di sejumlah kota besar, seperti Medan, Surabaya, dan Bali.
Chairman Mukhtara Air Sami Al Harbi menyampaikan, ekspansi ke Indonesia merupakan bagian dari investasi strategis grup di sektor penerbangan nasional.
“Mukhtara Air adalah komitmen investasi besar kami di Indonesia, dan kami ingin menghadirkan standar layanan full service berkelas internasional bagi para jemaah dan penumpang umum,” kata Sami dalam keterangan pers, dikutip Rabu (17/12/2025).
Mukhtara Air berencana mengoperasikan dua jenis pesawat, yakni Airbus A320 dan Airbus A330. Airbus A330 digunakan untuk penerbangan internasional, terutama rute tujuan religi, seperti Madinah dan Makkah, serta rencana pembukaan rute ke Thaif. Sementara itu, Airbus A320 akan melayani rute domestik dan berfungsi sebagai pengumpan penerbangan internasional.
Baca Juga
Injourney Airports Siap Operasikan Bandara IKN jika Berstatus Komersial pada 2026
Selain Mukhtara Air, Kerajaan Sarawak juga bersiap meluncurkan maskapai baru bernama Air Borneo pada Januari mendatang. Maskapai tersebut akan menghubungkan Sarawak dengan sejumlah kota di Pulau Borneo, termasuk membuka penerbangan langsung menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin menyatakan, pembukaan rute tersebut dilatarbelakangi kedekatan geografis Sarawak dan Kalimantan. “Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara—ini adalah masa depan. Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara,” kata dia.

