Injourney Airports Siap Operasikan Bandara IKN jika Berstatus Komersial pada 2026
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau Injourney Airports menyatakan kesiapan untuk mengelola bandara very very important person (VVIP) Ibu Kota Nusantara (IKN) apabila bandara tersebut ditetapkan menjadi bandara komersial pada 2026.
Direktur Utama Injourney Airports, M Rizal Pahlevi menyatakan, perseroan siap menjalankan peran sebagai operator bandara apabila mendapat penugasan untuk mengoperasikan badan usaha bandar udara (BUBU) bandara VVIP IKN.
“Kami sebagai airport operator yang diberi kewenangan sebagai operator, kami siap. Kami telah menyatakan bahwa jika kami diminta untuk mengoperasionalkan BUBU kami siap,” tegas Rizal saat ditemui di kantornya, Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, Rabu (17/12/2025).
Rizal menjelaskan, pembahasan terkait pengoperasian bandara VVIP IKN sebagai bandara komersial telah masuk dalam sejumlah program persiapan. Ia juga mengklaim telah melakukan pemetaan kebutuhan yang diperlukan apabila status bandara berubah dari bandara VVIP menjadi bandara komersial.
“Artinya pada akhirnya nanti kita sudah mapping, berapa kebutuhan, apa yang dibutuhkan dari sebelumnya bandara itu sebagai bandara VIP menjadi bandara komersial. Tentu setup-nya berbeda dan Angkasa Pura menyatakan bahwa 'Kami siap',” katanya.
Terkait potensi ketimpangan dengan Bandara Internasional SAMS Sepinggan di Kalimantan Timur, Rizal menyampaikan, pengembangan kebandarudaraan dan jaringan penerbangan dilakukan berdasarkan prospek dan perencanaan jangka menengah hingga panjang.
Baca Juga
Menurutnya, pengembangan IKN tidak dapat dilihat hanya dari kondisi saat ini, melainkan berdasarkan rencana induk dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi pengelola bandara dan maskapai dalam menentukan jaringan dan layanan penerbangan.
“Saya kira networking hari ini untuk kegiatan kebandarudaraan dan airlines menjadi beberapa pilihan. Setiap destinasi, termasuk IKN ke depannya, tentu dilihat prospeknya 5—10 tahun ke depan. Itu yang akan menjadi dasar pemetaan bagi airport dan airline,” imbuh Rizal.
Sebelumnya, bandara VVIP IKN tengah diajukan perubahan status dari bandara khusus menjadi bandara umum sebagai bagian dari persiapan membuka layanan penerbangan komersial.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara, Imam Alwan mengungkapkan, proses perubahan status dilakukan setelah bandara beroperasi sebagai bandar udara khusus sejak diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara (SBU) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada 12 Juni 2025.
Menurut Imam, seluruh fasilitas sisi udara telah tuntas, mencakup runway, taxiway, apron, dan helipad. Pada sisi darat, tahap pertama pembangunan juga telah selesai dengan penyediaan terminal VVIP dan VIP, menara pengatur lalu lintas udara, fasilitas penanggulangan keadaan darurat, gedung perkantoran, rumah ibadah, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Baca Juga
Sarawak Tawarkan Investasi Transportasi hingga Kesehatan untuk IKN
Ia menambahkan, pekerjaan lanjutan masih berlangsung. “Saat ini sedang berlangsung penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025,” ungkap Imam.
Bandara VVIP IKN telah terdaftar pada International Civil Aviation Organisation (ICAO) dengan kode WALK. Dalam status sebagai bandara khusus, bandara melayani pesawat kenegaraan, pesawat instansi pemerintah, serta penerbangan charter dan privateflight. Penerbangan komersial belum dapat dilayani karena operasional masih mengacu pada ketentuan penggunaan bandara khusus.

