InJourney Airports Targetkan Pendapatan Rp 30 Triliun dalam 5 Tahun ke Depan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Faik Fahmi menargetkan, penggabungan pengelola bandara di Indonesia dapat meningkatkan pendapatan dalam lima tahun ke depan. Faik menyebut dalam kurun waktu tersebut, InJourney Airports ditargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 30 triliun.
“Target EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) kami tahun ini sebesar Rp 9 triliun dan revenue Rp 20,3 triliun. Tapi, kami upayakan dalam waktu lima tahun ke depan bisa tembus di atas Rp 30 triliun,” kata Fahmi di kantor InJourney, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Faik mengatakan target pendapatan itu turut disertai dengan target peningkatan jumlah penumpang di bandara yang dikelola InJourney Airports. Dalam lima tahun ke depan, kata Faik, InJourney Airports menargetkan dapat melayani lebih dari 200 juta penumpang.
Baca Juga
Siap Kelola Bandara IKN, Dirut InJourney Airports ‘Spill’ Pengelolaan
“Di atas 200 juta (penumpang) lah. 250 juta (penumpang) lebih,” kata dia.
Pada tahun ini, InJourney Airports melalui 37 bandara yang dikelolanya menargetkan dapat melayani 170 juta penumpang. Target ini diiringi dengan tiga objektivitas.
Pertama, kata Faik, InJourney ingin memastikan dapat membangun kolektivitas untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan sekaligus paling besar. Kedua, kata dia, InJourney ingin mengubah wajah bangsa.
“Terus yang ketiga kita ingin menciptakan value creation. Termasuk tadi bagaimana mendorong dari sisi komersial untuk bisa setara dengan standar global dari aspek kemampuan,” ujar dia.
Baca Juga
Gandeng KBRI Ankara, Bank Mandiri Perluas Akses Livin’ di Turki

