Elnusa (ELSA) Gandeng Ecolab Komersialisasikan Teknologi Geotermal IoT
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi hijau melalui kerja sama strategis dengan perusahaan global, Ecolab untuk mengomersialisasikan teknologi pemantauan panas bumi (geotermal) berbasis internet of things, Flow2Max®️.
Kolaborasi yang dijalankan melalui anak usaha Elnusa, PT Sigma Cipta Utama, ini diarahkan untuk meningkatkan akurasi dan keandalan operasi geotermal sekaligus membuka peluang ekspansi teknologi karya Indonesia ke pasar internasional.
Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan kelanjutan dari keberhasilan PT Sigma Cipta Utama mendukung pengembangan Flow2Max®️ yang telah diterapkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, perusahaan pengembang panas bumi milik negara, di sejumlah wilayah kerja.
"Flow2Max®️ merupakan alat laju ukur dua fasa yang mampu memantau kinerja sumur panas bumi secara real time dengan tingkat akurasi data tinggi, sehingga mendukung optimalisasi produksi dan efisiensi pengelolaan reservoir," kata dia dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
Relawan Elnusa (ELSA) Nyelam Tanam 556 Bibit Terumbu Karang di Teluk Ambon
Teknologi ini diinisiasi Pertamina Geothermal Energy dan telah memperoleh paten internasional di Amerika Serikat, Selandia Baru, Islandia, Turki, dan Filipina, serta paten resmi di Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi bagi upaya komersialisasi yang lebih luas melalui kolaborasi dengan mitra global.
Dia menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat transformasi digital Elnusa di sektor energi sekaligus memperluas perannya dalam ekosistem energi hijau. “Kolaborasi SCU dengan Ecolab merupakan langkah penting dalam memperluas peran Elnusa pada ekosistem energi hijau," kata Andri.
Dia mengatakan, pengembangan Flow2Max®️ memperkuat kompetensi digital Elnusa grup sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan solusi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi operasi geothermal secara signifikan. "Inisiatif ini sejalan dengan strategi jangka panjang Elnusa untuk memperkuat portofolio layanan berbasis inovasi dan mendukung percepatan transisi energi nasional,” ujar Andri.
Direktur PT Sigma Cipta Utama Didik Purwanto menyampaikan bahwa ruang lingkup perjanjian tersebut mencerminkan kesiapan SCU menyediakan solusi teknologi yang sesuai kebutuhan industri dan berstandar tinggi.
“Dalam Perjanjian ini kapasitas SCU menghadirkan solusi yang tidak hanya memenuhi standar industri, tetapi memberikan nilai tambah nyata bagi operasi panas bumi," kata Didik.
Dia mengatakan, SCU berperan dalam mendesain, melakukan manufaktur, serta bersama dengan Ecolab mengkomersialisasikan Flow2Max ®️baik di Indonesia maupun pasar internasional. "Kolaborasi dengan Ecolab sebagai perusahaan global yang berpengalaman dalam solusi industrial sustainability, diharapkan dapat mempercepat ekspansi dan adopsi Flow2Max®️di industri panas bumi,” ujar Didik.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) dan PIEP Perkuat Diplomasi Energi Indonesia di Pasar Afrika dan Mediterania
Sejalan dengan itu, Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Julfi Hadi yang telah mengundurkan diri pada 25 November 2025 menegaskan bahwa pengembangan Flow2Max®️ menandai peran perusahaan tidak hanya sebagai produsen energi bersih, tetapi sebagai penggerak inovasi di rantai nilai panas bumi.
“Flow2Max®️ membawa PGE memasuki fase baru sebagai inovator teknologi panas bumi dunia. Inovasi ini dirancang untuk diproduksi massal, untuk ke depannya diekspor," kata dia.
Dia mengatakan, pengembangan teknologi Flow2Max®️ sejalan dengan visi PGE menjadi world-class green energy company sekaligus mendorong Indonesia menjadi centre of excellence panas bumi dunia.

