ATSI Harap Pemerintah Beri Insentif Khusus untuk Perluas Jaringan 3T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Peyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berharap pemerintah memberikan insentif khusus bagi operator yang membangun jaringan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ketua ATSI Dian Siswarini menegaskan tanpa dukungan tersebut, pemerataan konektivitas akan terus tertahan lantaran tingginya biaya investasi di wilayah sulit.
Dian menyebut saat ini cakupan internet nasional telah menembus 80%, sementara cakupan jaringan seluler justru stagnan di kisaran 90% selama 30 tahun terakhir. “Yang 10% itu long tail dan mahal sekali. Secara teknis dan ekonomis, operator butuh insentif agar bisa menjangkau 3T,” ujarnya dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Komisaris utama Telkom itu juga mengingatkan kualitas jaringan masih belum konsisten karena ketimpangan kapasitas dan utilisasi antardaerah. Di satu sisi ada wilayah dengan konsumsi internet tinggi, sementara di sisi lain penggunaan masih rendah.
“Ini membuat kualitas tidak merata. Ekosistem digital tidak akan tumbuh kalau konektivitasnya tidak stabil, cepat, dan handal,” tegas Dian.
Baca Juga
Meutya Hafid: Pemerintah Kejar Internet Masuk 2.500 Desa Tahun Depan
Menurut catatan ATSI, jaringan 5G Indonesia masih sangat kecil lantaran spektrum baru belum dilelang dan investasinya terbilang besar. Saat ini cakupan 5G pun baru 26% dan terpusat di kota besar.
“Ekosistem 5G kita belum optimal. Perlu percepatan spektrum dan dukungan kebijakan,” sambung Dian.
ATSI pun merekomendasikan perluasan fiber backbone, interkoneksi antar data center, hingga modernisasi jaringan seluler dan fixed broadband. “Kalau ingin Indonesia digital terhubung, tumbuh, dan terjaga, infrastruktur harus jadi prioritas, termasuk cloud-ready dan aman,” ujarnya.

